Keistimewaan Memulai Makan dari Pinggir Piring Menurut Rasul




Rasulullah SAW merupakan teladan bagi seluruh umat manusia. Beliau memiliki sifat yang sempurna dalam berbagai aspek kehidupan. Apapun yang telah beliau lakukan dan perintahkan kepada umatnya pastilah membawa kebaikan.

Tidak hanya dalam urusan yang besar seperti ibadah saja, Rasulullah SAW juga memberikan teladan mengenai persolan ringan terkait keseharian seperti adab ketika makan. Beliau memerintahkan agar ketika makan, hendaknya untuk memulainya dari pinggir piring.

Ternyata ada keistimewaan tersembunyi di balik perintah Rasulullah yang sederhana ini. Lantas keistimewaan apakah yang akan diperoleh mereka yang memulai makan dari pinggir piring tersebut? Simak informasi selengkapnya di sini.

Ternyata, keistimewaan memulai makan dari pinggir piring menurut Rasulullah SAW adalah niscaya orang yang melakukannya akan mendapatkan keberkahan.

Dari Abdullah bin Busrin, dia menceritakan, “Nabi mempunyai wadah besar yang disebut Al-Gharra, yang dibawa oleh empat orang. Ketika mereka berada pada pagi hari, mereka disuguhi wadah besar itu -yang telah berisi bubur- dan mereka pun berkumpul mengelilingi wadah tersebut. Setelah jumlah mereka banyak, maka Rasulullah duduk berlutut. Lalu seorang badui berucap, ‘Duduk macam apa itu?’ Maka Nabi menjawab, ‘Sesungguhnya Allah telah menjadikan aku hamba yang mulia, dan Dia tidak menjadikan aku sebagai hamba yang sombong lagi kasar.’ Selanjutnya beliau bersabda, ‘Makanlah dari tepi wadah tersebut dan jangan mengambil dari tengahnya, niscaya akan diberikan berkah padanya.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Dalam kitab Fiqhunnisa karya Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah, disebutkan, dari Ibnu Abbas ra, Nabi Saw pernah berkata,

“Berkah itu turun pada bagian tengah makanan, karenanya makanlah dari tepi wadah makanan tersebut dan jangan mengambil dari tengahnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Selain memulai makan dari pinggir piring, ternyata ada beberapa adab makan lagi yang berbuah pahala apabila di lakukan. Yakni senantiasa mengawali dengan membaca basmalah dan mengakhirinya dengan mengucapkan hamdalah.

Dari Umar bin Abi Salamah, dia menceritakan, Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Bacalah Nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.” (Muttafaqun Alaih)

Dari Aisyah dia menceritakan, Rasulullah Saw bersabda ,
“Apabila salah seorang diantara kalian makan, maka hendaklah dia membaca basmalah pada permulaannya. Dan apabila dia lupa membacanya, maka hendaklah dia membaca ‘Bismillahi ‘alaa awaalihi wa akhirihi’ (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya).”

Abu Umamah RA meriwayatkan bahwa jika selesai makan, Nabi SAW biasanya mengucapkan, “Alhamdulilahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, ghaira makfiyyin wa la muwadda’in la mustaghnan’anhu rabbana,” (Segala puji bagi Allah dengan pujian yang tiada terhingga, baik dan penuh berkah. Ya Tuhan kami, kami tidak mampu membalas anugerahMu, tidak mampu meninggalkannya dan tidak mampu menghindarinya),” (HR Al-Bukhari).

Demikianlah informasi mengenai keistimewaan di balik anjuran memulai makan dari pinggir piring menurut Rasullah SAW. Sudah sepatutnya sebagai kaum muslimin kita senantiasa meneladani apa yang sudah menjadi sunnah beliau agar mendapatkan keberkahan di dunia serta akhirat kelak.

Beginilah Kondisi Dunia Tanpa Setan dan Iblis





Banyak manusia berpikir, jika iblis sedemikian jahat mengapa Allah SWT tidak membinasakannya saja?

Tapi Allah SWT tentu tidak menciptakan makhluk ini tanpa fungsi. Pernah suatu ketika, Nabi Sulaiman AS memohon kepada Allah untuk menangkap iblis dan memenjarakannya.

Nabi berharap ketiadaan iblis akan membuat manusia hidup lebih tentram dan damai tanpa dosa. Namun, apa yang terjadi setelahnya membuat Nabi Sulaiman kembali melepaskan makhluk tersebut.

Sebenarnya kondisi apa yang dialami dunia tanpa iblis dan setan?

Nabi Sulaiman Tetap Memohon

Kisah ini dipetik dari buku Kisah-kisah Allah karya Ahmad Mir Khalaf Zadeh & Qasim Mir Khalaf Zadeh. Dalam sebuah riwayat diceritakan bagaimana Nabi Sulaiman AS memiliki kekuatan penuh menundukan kalangan manusia, jin dan hewan.

Bahkan setan-setan kala itu menjadi pekerjanya untuk membawa dan mengimpor batu batuan, pasir serta bahan bangunan lain untuk membangun bangunan bangunan megah.

Namun meski dengan kekayaan dan kekuasaan tersebut, ternyata Nabi Sulaiman mencari makan dari rezeki yang diperolehnya dengan berjualan tas di pasar. Padahal, didapur sang raja setiap hari selalu dimasak 4.000 unta, 5.000 sapi, dan 6.000 kambing.

Di dalam buku tersebut dituliskan sebuah riwayat saat Nabi Sulaiman AS memohon kepada Allah agar diperbolehkan memenjarakan Iblis.

“Ya Allah, Engkau telah menundukkan padaku manusia, jin, binatang buas, burung-burung, dan para malaikat. Ya Allah aku ingin menangkap dan memenjarakan iblis, merantai serta mengikatnya, sehingga manusia tidak berbuat dosa dan maksiat lagi.”

Namun, permintaan ini tidak serta merta dikabulkan oleh Sang Pencipta. Allah Ta'alaa kemudian mewahyukan kepada Nabi Sulaiman, bahwa tidak ada baiknya jika iblis ditangkap atau dibinasakan "Wahai Sulaiman, tidak ada baiknya jika iblis ditangkap".

Tapi Nabi Sulaiman tetap memohon...

Apa yang Telah Terjadi?

"Ya Allah, keberadaan mahluk terkutuk ini tidak ada kebaikan didalamnya".

Allah berfirman, "Jika iblis ditangkap maka banyak pekerjaan manusia yang akan ditinggalkan. Nabi Sualiman berkata, "Yaa Allah. aku ingin menangkap mahluk terkutuk ini selama beberapa hari saja. Kemudian Allah mengizinkan Nabi Sulaiman untuk menangkap iblis dan memenjarakannya.

Keesokan harinya, Nabi Sulaiman mengutus pekerjanya untuk berjualan tas ke pasar. Namun sesampainya di pasar, ada hal yang tidak biasanya terjadi. Pasar tersebut kosong tanpa penghuni. Semua pedagang menutup dagangan mereka. Pekerjanya lalu memberitahukan hal itu kepada Nabi Sulaiman alaihissalam.

Nabi Sulaiman AS bertanya, "Apa yang telah terjadi?"

Pekerjanya menjawab, "Kami tidak tahu".

Pada malam itu, Nabi Sulaiman tidak makan dan hanya minum air. Pada hari berikutnya, anak buah Nabi kembali ke pasar untuk berjualan tas. Namun hal yang sama kembali terjadi. Pasar kosong dan tidak berpenghuni.

Ternyata setelah dicari tahu, manusia lebih banyak memilih menutup pasar. Mereka pergi ke masjid, dan menuju kuburan untuk mengingat kematian, menangis dan meratap. Mereka sibuk mempersiapkan bekal menuju ke akherat tanpa memperdulikan lagi keindahan duniawi.

Hal ini tentu membuat sang Nabi keheranan. “Apa yang sedang terjadi” pikirnya. Nabi Sulaiman lalu bertanya kepada Allah perihal ini. Kenapa orang orang tidak bekerja mencari nafkah ?

Menangkap Iblis tak Mendatangkan Kebaikan

Lalu, Allah mewahyukan kepada Nabi Sulaiman, "Wahai Sulaiman, engkau telah menangkap iblis itu, sehingga akibatnya manusia tidak bergairah bekerja mencari nafkah. Bukankan sebelumnya telah Ku-katakan kepadamu bahwa menangkap iblis tidak mendatangkan kebaikan.

Mendengar jawaban Allah, Nabi Sulaiman kemudian melepaskan Iblis dan bala tentaranya. Dan benar saja, keesokan harinya pasar kembali ramai. Manusia kembali bersemangat bekerja mencari harta dunia untuk makan dan memenuhi kebutuhannya. Jadi jangan berprasangka buruk terhadap ciptaan Allah meski dia kita anggap tidak berguna sekalipun. Karena Allah lah yang maha tahu apa yang Dia ciptakan.

Raih Kasih Sayang Allah dengan Melakukan Hal Ini





Memasuki bulan suci Ramadhan 1437 H/2016, Ustaz Bendri Jaisyurrahman dari Ar-Rahman Qur'anic Learning (AQL) menghimbau kepada seluruh umat Islam agar mempersiapkan diri tidak hanya lahiriah tetapi juga rohaniah.

Sebab, Ramadhan merupakan bulan penuh kemuliaan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Jangan sampai kita gagal untuk meraih ridha dan kasih sayang Allah SWT," kata Bendri saat dihubungi Republika, Rabu (1/6).

Secara rohaniah, Bendri mengatakan, umat Islam harus memperkuat tingkat ketaatannya kepada Allah SWT selama bulan Ramadhan melebihi ketaatan di bulan-bulan sebelumnya. Untuk mencapai ketaatan tersebut harus dengan meminta pertolongan Allah SWT.

Salah satunya dengan memperbanyak doa dan istighfar agar hatinya bersih. Orang-orang yang tidak bisa membersihkan hatinya maka tidak ada perbedaan memasuki bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lain.

Selain persiapan rohaniah, umat Islam juga diminta mempersiapkan manajemen waktu. Jangan sampai waktu yang seharusnya untuk fokus beribadah malah justru berantakan karena sibuk dengan urusan duniawi seperti lembur pekerjaan.

Menurut Bendri, sangat rugi sekali mereka yang menghabiskan waktu malamnya di bulan Ramadhan untuk urusan duniawi. Sebab, malam-malam Ramadhan merupakan malam yang baik untuk beribadah.

"Urusan pekerjaan sebaiknya diselesaikan sebelum memasuki ramadhan. Di bulan ramadhan ini sebisa mungkin mengurangi aktivitas berbau duniawi terutama pada 10 hari terakhir," jelas Bendri.

Mempersiapkan kondisi keluarga menjadi salah satu agenda penting yang harus dilakukan menjelang Ramadhan. Masing-masing anggota keluarga harus saling mendukung dalam mencapai kasih sayang dan ridha Allah di bulan Ramadhan.

Sementara bagi yang memiliki anak usia dini, menurut Bendri, bulan Ramadhan adalah momen yang tepat untuk mengajarkan ibadah puasa. Anak-anak harus disosialisasikan sejak jauh hari agar dapat beradaptasi dengan kondisi puasa. Ini penting karena puasa dapat melatih anak menahan hawa nafsu dan mengendalikan diri.

Memasuki Ramadhan, Bendri mengatakan, akan lebih baik untuk mempersiapkan harta. Hal ini perlu juga dilakukan agar selama bulan Ramadhan umat Islam tidak lagi disibukkan dengan kebutuhan duniawi. Umat Islam harus sudah mulai membuat perencanaan anggaran selama bulan Ramadhan.

"Ini tujuannya agar ibadah selama Ramadhan bisa dijalankan dengan khusyuk dan maksimal," tutup dia.

Alasan Ustaz Erick Yusuf Izinkan Santrinya Utak Atik Gadget





Pendiri dakwah kreatif iHAQI Ustaz Erick Yusuf memaparkan konsep pendirian SMP Kreatif iHAQI yang memadukan pendidikan agama dengan kemajuan teknologi.

"Beberapa hal dalam internet memang bernilai negatif, tapi ini adalah bagaimana mengarahkan anak agar fokus dalam pemanfaatan teknologi untuk kebaikan. Karena semua ilmu dari Allah itu baik, bagaimana proporsinya yang diarahkan untuk kebaikan," jelas Ustaz Erick, Ahad (11/10).

Dengan konsep pendidikan yang juga universal, ia yakin, para siswa tidak menutup diri dengan kemajuan zaman dan teknologi. Sementara, jika anak diputuskan hubungannya dengan teknologi, Ustaz Erick meyakini bahwa anak tidak akan bisa berkembang dan menyesuaikan diri dengan zamannya.

Oleh karena itu, berbeda dengan kebanyakan pesantren pada umumnya, Ustaz Erick mengatakan para siswa di SMP Kreatif iHAQi diperbolehkan untuk menggunakan gadget dan laptop. Selain itu, keberadaan gadget juga akan membantu terjalinnya komunikasi antara siswa dan keluarga mereka selama di pesantren.

Akan tetapi, Ustaz Erick mengatakan penggunaan gadget dan laptop di pesantrennya akan diatur dalam sebuah ketentuan sehingga penggunaan ponsel, laptop dan internet dapat berjalan baik dan tidak disalahgunakan.

Selain itu, Erick mengatakan konsep universal ini juga menunjukkan bahwa model pendidikan di SMP Kreatif iHAQi diambil dari konsep-konsep pendidikan terbaik yang ada di dunia. Dalam pendidikan akademis, Erick mengatakan pesantrennya mengadopsi model pendidikan terbaik dari Finlandia.

Salah satu dari konsep pendidikan Finlandia yang diterapkan dalam pesantren ini ialah seluruh tenaga pengajar yang ada minimal berlatar belakang pendidikan S2.

Selain itu, serupa dengan model pendidikan Finlandia, Erick mengatakan tidak ada konsep juara bagi para siswa. Masih mengambil konsep pendidikan Finlandia, Erick juga mengatakan tidak akan ada pekerjaan rumah berlebihan bagi para siswa. Hal tersebut dilakukan Erick karena ia meyakini kedua hal tersebut akan menjadi stimulus dalam meningkatkan kreativitas para siswa.

Sedangkan untuk pendidikan agama, Erick mengatakan pesantrennya mengacu pada model pendidikan agama terbaik dari model pendidikan dari Timur Tengah. Pasalnya, model pendidikan agama dari Timur Tengah dapat menstimulus siswa tidak hanya untuk menghafal Alquran, tetapi juga memahami kandungan ayat-ayat Aquran.

"Jadi yang universal itu dalam segi wawasannya, terbuka untuk menyerap mana yang baik, membuang mana yang jauh. Kalau untuk akidah tidak ada toleransi, harus sesuai syariah," tegas Erick.

Konsep pendidikan terakhir yang diusung SMP Kreatif iHAQi ialah kreatif. Melalui pendidikan yang tepat, Erick ingin mengarahkan para siswa untuk menjadi seorang inventor, bukan seorang yang konsumtif.
Untuk memberi stimulus para siswa, Erick mengatakan pesantrennya secara berkala akan mengundang para ahli di bidangnya untuk melakukan kuliah umum di SMP Kreatif iHAQi.

Dengan bertemu dan belajar langsung dari para ahli, Erick yakin para siswa akan dapat menyerap ilmu dan mempraktikkannya dengan lebih baik. Kreativitas siswa, lanjut Erick, juga akan ditunjang dengan metode pembelajaran yang juga dilakukan di luar ruangan dengan pemandangan yang menyejukkan mata.

Untuk menampung dan mengembangkan kreativitas para siswa, SMP Kreatif iHAQi juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Beberapa kegiatan ekstrakulikuler tersebut ialah teknik animasi, robotik, bela diri, bahasa asing, takhossu Alquran, kuliner, teater, dan performance art.

Islam Itu Moderat, Bukan Liberal



Islam Itu Moderat, Bukan Liberal

Agama Islam tidak mengajarkan umatnya untuk kaku dalam kehidupan sosial dan bernegara. Islam mengajarkan sikap-sikap moderat.

Yang telah diterapkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Itu Islam moderat yang dicontohkan Rasulullah melalui akidah dan akhlaknya," kata Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof Ahmad Satori Ismail, Jumat (3/4).

Definisi Islam moderat sendiri, ujarnya, sebagai suatu tindakan yang sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunnah dalam hadists.

Sementara, Satori berpendapat, Islam moderat sangatlah jauh berbeda dengan Islam liberal yang melakukan penafsiran sebebas-bebasnya sehingga apa saja bisa ditafsirkan.

"Misalnya, tidak boleh menyerang orang yang tidak menyerang, dalam perang tidak boleh kita membunuh musuh yang tidak bersenjata, tidak boleh membunuh orang tua‎ dan pokoknya banyak sekali aturan-aturan yang menunjukan bawah Islam itu adil," katanya.

Maka, ia sepakat bahwa dakwah dalam Islam mesti lembut seperti yang disampaikan dalam Alquran Surat Al Imron. Sedangkan untuk konsep berjihad dalam konteks kekinian, ia menganjurkan agar umat Islam melawan korupsi, menghilangkan kebodohan, dan memperkuat perekonomian umat.

“Jadi jihad itu banyak macamnya. Jihad dengan ilmu ada, dengan pendidikan, jihad bidang ekonomi,” terangnya.

Islam Indonesia, Islam Jalan Tengah





Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menilai yang dimaksud Islam moderat itu tidak terjebak pada ekstrimitas seperti paham radikal dan juga paham liberal. “Islam di sini merupakan Islam jalan tengah, toleran –dalam pengertian-- bertenggang rasa kepada pihak lain. Tidak boleh kemudian main pokoke,” tegasnya.

Termasuk Islam yang inklusif atau Islam yang menampung semuanya. Bukan eksklusif atau Islam yang kemudian ingin mendepak atau mengeluarkan orang lain, apalagi dengan sesama muslim. Ini jauh dari nilai-nilai wasathiyah.

Wasathiyah semacam itulah yang ingin dikedepankan dan ini merupakan ajaran Alquran. Implementasinya, MUI harus menjadi tenda besar yang sejati sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden RI.

Yang sejati ini dalam pengertian menaungi seluruh kelompok umat Islam baik yang bergabung pada ormas- ormas Islam maupun yang belum bergabung dan jumlahnya juga sama besarnya.

Kedua jangan eksklusif atau ingin mengenyahkan, sedikit- sedikit mengkafirkan, sedikit- sedikit menyesatkan orang lain. Ini wawasan- wawasan yang eksklusif dan bertentangan dengan prinsip wasathiyah. “Jadi Munas ini ingin mengukuhkan wawasan keislaman seperti itu,” kata Din.

Ia juga menyampaikan, memang ada keperluan untuk bagaimana menginternasionalisasikan faham budaya Islam di Indonesia ini keluar. Pertama karena ada tangungjawab moral Indonesia ini merupakan negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. 210 juta menjadikan Indonesia ini menjadi negara berpenduduk beragama Islam terbesar di dunia.

Kedua karena ada masalah di dunia Islam, terutama di Timur Tengah. Maka faham keislaman wasathiyah ini perlu ditekankan keluar.

Oleh karena itu, Din menyarankan agar MUI kedepan tidak hanya mengurus umat Islam di Indonesia, tapi juga mengurus umat Islam di dunia. Karena itu harus ‘go internasional’. “Untuk hal ini diperlukan lankah- langkah dan kiat nyata yang sekarang ini sudah kita mulai,” tambahnya.

Menjelajah Lima Masjid Bersejarah di Amerika




Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang menggembirakan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia.
Setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan, sebagian umat Islam merayakan Lebaran dengan hari libur yang sering disebut dengan "festival berbuka puasa" dan menawarkan pesta di beberapa komunitas selama tiga hari.

Untuk menghormati hari kemenangan tersebut HuffingtonPost Senin (20/7) mengulas lima Masjid bersejarah dari seluruh negeri.

Islamic Center Washington di Washington DC
Terletak di Kompleks Kedutaan Besar, tempat pusat kegiatan Islam itu memiliki dua peranan penting dalam ibadah dan sejarah. Awalnya, pembangunan sebuah Masjid di Washington DC lahir dari diskusi antara M. Abu Al Hawa dan mantan Duta Besar Mesir, Mahmood Hassan Pasha pada tahun 1944. Bangunan bersejarah tersebut diarsiteki oleh seorang arsitek dari Italia, Mario Rossi dengan rancangan eksterior arsitektur masjid Timur Tengah.

Bangunan Islamic Center juga menggabungkan berbagai budaya Muslim seperti lampu kaca dari Mesir, karpet tradisional dari Iran, jendela kaca patri dari Maroko, dan sumbangan lainnya memberi masjid identitas Islam global. Pada saat peresmiannya, tahun 1957, dalam pidatonya, Presiden Dwight Eisenhower memuji tradisi belajar dan budaya yang kaya bagi dunia islam, yang memiliki pengaruh penting bagi peradaban dunia selama berabad-abad.

Islamic Center California Selatan di Los Angeles
Didirikan pada tahun 1952, Islamic Center, California Selatan merupakan satu-satunya Masjid di Los Angeles. Pada saat itu, sebagian besar peserta masjid adalah mahasiswa asing Muslim yang bersekolah di UCLA dan University of Southern California.

Pada tahun 1960, imigran Muslim pun berdatangan ke daerah Los Angeles, mereka berasal dari Burma, Mesir, India, Pakistan, Irak, dan Iran, banyak diantara mereka langsung menjadi anggota Masjid. Sampai Saat ini, ribuan orang berdoa di Masjid tersebut setiap hari Jumat. Masjid juga telah menjadi pusat kajian Islam dan salah satu Masjid terbesar di California Selatan.

Masjid Bunda Amerika di Cedar Rapids, Lowa
Setelah dikenal sebagai The Rose dari Kelompok bersaudara Lodge, Masjid Bunda Amerika mungkin merupakan bangunan pertama yang dibangun sebagai sebuah Masjid di Amerika Utara. Pada awal abad 20, banyak imigran Muslim yang datang ke Amerika Serikat, kebanyakan dari mereka bekerja sebagai petani atau pemilik toko di Midwest.

Kota lowa, sangatlah populer bagi umat Islam untuk menetap dan merupakan kota yang pertama mengundang Imam untuk memberikan ceramah doa di ibukota negara, Des Moines.

Kemudian, pada 1971, dibangun Islamic Center Cedar Rapids menggantikan tempat ibadah yang kecil. Selang 20 tahun berikutnya, beberapa pemilik merasa bangunan Masjid memburuk sampai Dewan Islam Iowa dibeli dan diperbaharui serta dikembalikan sebagai pusat kebudayaan Muslim pada tahun 1990. Masjid Ibu terdaftar di Iowa State Historical Register dan masuk dalam Daftar Nasional Tempat Bersejarah di tahun 1966 sebagai Kuil Muslim.

Islamic Center Toledo, Ohio
Imigran Muslim dari Suriah dan Lebanon pertama kali datang ke Toledo sekitar tahun 1900, sekitar tahun 1954 komunitas Muslim tersebut membangun Islamic Center Toledo di dekat pusat kota.

Karena pertumbuhan masyarakat, para pemimpin pun mulai membuat rencana untuk fasilitas baru di tahun 1970-an. Pada tahun 1983 masjid dengan menara kembar dan kubah di Perrysburg Township merupakan masjid pertama dengan arsitektur seperti itu.

Masjid Dearborn di Dearborn, Michigan
Masjid Dearborn dianggap masjid tertua kedua di Amerika Serikat yang dibangun pada tahun 1937. Terletak tepat di kota Detroit dan merupakan rumah bagi salah satu yang terbesar populasi Arab-Amerika di negara itu, Masjid meliputi hampir seluruh blok kota.

Sebagai komunitas Muslim di daerah Detroit terus tumbuh sepanjang tahun 60-an dan 70-an, Masjid juga menjadi pusat sosial bagi penduduk. Selama periode ini bahwa perintah pengadilan mengizinkan Masjid untuk memancarkan adzan melalui pengeras suara yang pertama kali terjadi di Amerika Serikat.

Pada tahun 2000 masjid direnovasi dari 24.000 kaki persegi menjadi 48.000 kaki persegi, akibatnya layanan liburan yang begitu populer sering harus diadakan di tempat parkir. Saat ini, seluruh fasilitas sudah meluas menjadi 100.000 kaki persegi.