Showing posts with label Islam Dunia. Show all posts
Showing posts with label Islam Dunia. Show all posts

25 Pertanyaan Tentang Islam yang Sering Ditanyakan Orang Amerika




Masyarakat Amerika yang pluralistik tampaknya sedang berubah dari yang “bergerombol” menjadi lebih spesifik lagi, terutama terhadap ajaran ideologi. Namun, walaupun Islam adalah agama besar dengan lebih dari 1 milyar pengikut di seluruh dunia dan lebih dari 6 juta di Amerika Serikat, sebagian orang Amerika masih berpikir bahwa Islam adalah kultus.

Sebagian meyakini bahwa semua muslim adalah teroris atau memiliki 4 orang istri. Para aktivis Islam di negeri itu pun sepakat, bahwa hal ini terjadi karena kesalahpahaman orang Amerika tentang Islam, dan itu dipicu karena kurangnya informasi yang benar tentang ajaran Islam.

Inilah daftar pertanyaan yang sering kali ditanyakan oleh orang Amerika selama ini:
01. Apa itu Islam?
02. Siapakah Allah?
03. Siapakah Muslim itu?
04. Siapa Muhammad?
05. Apakah Muslim menyembah Muhammad?
06. Apa Muslim berpikir tentang Yesus?
07. Apakah umat Islam memiliki banyak sekte?
08. Rukun-rukun Islam?
09. Apa tujuan ibadah dalam Islam?
10. Apakah Muslim percaya pada akhirat?
11. Apakah tindakan baik non-Muslim akan sia-sia?
12. Apa batasan pakaian bagi umat Islam?
13. Makanan apa saja yang dilarang dalam Islam?
14. Apa itu Jihad?
15. Apa tahun Islam itu?
16. Apa saja festival besar Islam?
17. Apa itu Syariah?
18. Apakah Islam disebarkan oleh pedang (melalui perang)?
19. Apakah Islam mengajarkan kekerasan dan terorisme?
20. Apa itu Fundamentalisme Islam?
21. Apakah Islam mempromosikan poligami?
22. Apakah Islam menindas perempuan?
23. Apakah Islam toleran terhadap agama minoritas lainnya?
24. Apa pandangan Islam tentang: kencan seks pranikah dan aborsi; homoseksualitas dan AIDS; eutanasia dan bunuh diri; transplantasi organ?
25. Bagaimana seharusnya Muslim memperlakukan Yahudi dan Kristen?

Mungkin inilah peran besar kita semua untuk memberikan gambaran yang benar tentang Islam. Begitu banyak media Barat yang telah melakukan pemberitaan tentang Islam yang jauh dari kenyataan sebenarnya, sehingga orang-orang non-Islam menganggap Islam sesuatu yang harus dicurigai.

Menjelajah Lima Masjid Bersejarah di Amerika




Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang menggembirakan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia.
Setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan, sebagian umat Islam merayakan Lebaran dengan hari libur yang sering disebut dengan "festival berbuka puasa" dan menawarkan pesta di beberapa komunitas selama tiga hari.

Untuk menghormati hari kemenangan tersebut HuffingtonPost Senin (20/7) mengulas lima Masjid bersejarah dari seluruh negeri.

Islamic Center Washington di Washington DC
Terletak di Kompleks Kedutaan Besar, tempat pusat kegiatan Islam itu memiliki dua peranan penting dalam ibadah dan sejarah. Awalnya, pembangunan sebuah Masjid di Washington DC lahir dari diskusi antara M. Abu Al Hawa dan mantan Duta Besar Mesir, Mahmood Hassan Pasha pada tahun 1944. Bangunan bersejarah tersebut diarsiteki oleh seorang arsitek dari Italia, Mario Rossi dengan rancangan eksterior arsitektur masjid Timur Tengah.

Bangunan Islamic Center juga menggabungkan berbagai budaya Muslim seperti lampu kaca dari Mesir, karpet tradisional dari Iran, jendela kaca patri dari Maroko, dan sumbangan lainnya memberi masjid identitas Islam global. Pada saat peresmiannya, tahun 1957, dalam pidatonya, Presiden Dwight Eisenhower memuji tradisi belajar dan budaya yang kaya bagi dunia islam, yang memiliki pengaruh penting bagi peradaban dunia selama berabad-abad.

Islamic Center California Selatan di Los Angeles
Didirikan pada tahun 1952, Islamic Center, California Selatan merupakan satu-satunya Masjid di Los Angeles. Pada saat itu, sebagian besar peserta masjid adalah mahasiswa asing Muslim yang bersekolah di UCLA dan University of Southern California.

Pada tahun 1960, imigran Muslim pun berdatangan ke daerah Los Angeles, mereka berasal dari Burma, Mesir, India, Pakistan, Irak, dan Iran, banyak diantara mereka langsung menjadi anggota Masjid. Sampai Saat ini, ribuan orang berdoa di Masjid tersebut setiap hari Jumat. Masjid juga telah menjadi pusat kajian Islam dan salah satu Masjid terbesar di California Selatan.

Masjid Bunda Amerika di Cedar Rapids, Lowa
Setelah dikenal sebagai The Rose dari Kelompok bersaudara Lodge, Masjid Bunda Amerika mungkin merupakan bangunan pertama yang dibangun sebagai sebuah Masjid di Amerika Utara. Pada awal abad 20, banyak imigran Muslim yang datang ke Amerika Serikat, kebanyakan dari mereka bekerja sebagai petani atau pemilik toko di Midwest.

Kota lowa, sangatlah populer bagi umat Islam untuk menetap dan merupakan kota yang pertama mengundang Imam untuk memberikan ceramah doa di ibukota negara, Des Moines.

Kemudian, pada 1971, dibangun Islamic Center Cedar Rapids menggantikan tempat ibadah yang kecil. Selang 20 tahun berikutnya, beberapa pemilik merasa bangunan Masjid memburuk sampai Dewan Islam Iowa dibeli dan diperbaharui serta dikembalikan sebagai pusat kebudayaan Muslim pada tahun 1990. Masjid Ibu terdaftar di Iowa State Historical Register dan masuk dalam Daftar Nasional Tempat Bersejarah di tahun 1966 sebagai Kuil Muslim.

Islamic Center Toledo, Ohio
Imigran Muslim dari Suriah dan Lebanon pertama kali datang ke Toledo sekitar tahun 1900, sekitar tahun 1954 komunitas Muslim tersebut membangun Islamic Center Toledo di dekat pusat kota.

Karena pertumbuhan masyarakat, para pemimpin pun mulai membuat rencana untuk fasilitas baru di tahun 1970-an. Pada tahun 1983 masjid dengan menara kembar dan kubah di Perrysburg Township merupakan masjid pertama dengan arsitektur seperti itu.

Masjid Dearborn di Dearborn, Michigan
Masjid Dearborn dianggap masjid tertua kedua di Amerika Serikat yang dibangun pada tahun 1937. Terletak tepat di kota Detroit dan merupakan rumah bagi salah satu yang terbesar populasi Arab-Amerika di negara itu, Masjid meliputi hampir seluruh blok kota.

Sebagai komunitas Muslim di daerah Detroit terus tumbuh sepanjang tahun 60-an dan 70-an, Masjid juga menjadi pusat sosial bagi penduduk. Selama periode ini bahwa perintah pengadilan mengizinkan Masjid untuk memancarkan adzan melalui pengeras suara yang pertama kali terjadi di Amerika Serikat.

Pada tahun 2000 masjid direnovasi dari 24.000 kaki persegi menjadi 48.000 kaki persegi, akibatnya layanan liburan yang begitu populer sering harus diadakan di tempat parkir. Saat ini, seluruh fasilitas sudah meluas menjadi 100.000 kaki persegi.

Alhamdulillah, Akhirnya Muslim Alaska Miliki Masjid



Alhamdulillah, Akhirnya Muslim Alaska Miliki Masjid

Tahun ini Alaska adalah tahun pertama bagi umat Muslim di Alaska menggunakan masjid untuk melaksanakan ibadah mereka selama bulan Ramadan.

Komunitas muslim di Alaska termasuk baru, generasi Muslim pertama masuk Alaska sekitar tiga puluh atau empat puluh tahun lalu. Generasi Muslim pertama ini, sejak lama mencita-citakan memiliki masjid.

Setelah sekian lama bercita-cita memiliki masjid, akhirnya pada tahun 2010 pembangunan masjid dimulai. Pembangunan berjalan dengan perlahan dan pada tahun 2015, masjid baru selesai separuhnya.

Biaya pembangunan masjid ini didapat dari sumbangan warga Muslim di seluruh Amerika, dan tidak ada bantuan dari negara apapun. Biayanya secara keseluruhan mencapai enam puluh miliar rupiah.

Lamin Jobardeh, presiden komunitas Muslim di Anchorage mengatakan, “Total biaya pembangunan masjid ini adalah 4,2 juta dolar AS dan baru selesai separuhnya. Bagian yang sudah selesai termasuk ruang kelas, yang saat ini digunakan untuk tempat sholat. Ruangan sholat utama diharapkan selesai bulan Desember tahun ini.”

Muslim di Alaska berjumlah sekitar dua hingga tiga ribu orang, dan sebagian besar tinggal di kota Anchorage.

Lamin menambahkan bahwa masjid ini menjadi pemersatu seluruh pendatang Muslim. Sebelumnya ada dua musholla di kota Anchorage yang didominasi pendatang Pakistan dan Arab Saudi.

Salah seorang Muslim asal Indonesia, Andrew Dotin, mengaku senang dengan kehadiran masjid pertama ini. “Subhanallah, Alhamdulillah. Ini masjid pertama di Alaska. Selama beberapa tahun kita menyewa ruko untuk kegiatan ibadah,” ujarnya.

Masjid ini belum mempunyai imam yang memimpin ibadah, oleh karena itu para jamaah bergantian memimpin ibadah.

Penduduk negara bagian Alaska sekitar tujuh ratus ribu orang dan lebih separuhnya tinggal di kota Anchorage karena iklim yang lebih hangat. Pada musim panas, saat Ramadan berlangsung tahun ini, suhu kota Anchorage berkisar sepuluh hingga dua puluh derajat celcius.

Langit masih terang saat menjelang waktu buka puasa. Sejak tiga tahun lalu, karena iklim yang esktrem, fatwa waktu berbuka puasa mengikuti waktu Mekah. Lamanya berpuasa sesuai waktu Mekah lebih ringan daripada sesuai waktu setempat, di mana puasa bisa berlangsung sekitar 21 jam lebih per harinya.

Situs Islam bersejarah di Timbuktu kembali dibuka



Situs Islam bersejarah di Timbuktu kembali dibuka

PBB merampungkan restorasi 14 mausoleum bersejarah di Timbuktu yang hancur akibat serangan milisi Islam di Mali Utara tiga tahun lalu.
Dalam upacara peresmian hari Sabtu (18/07) kepala badan budaya PBB, Irina Bokova, mengatakan dirinya berharap Mahkamah Pidana Internasional akan mengadili orang-orang yang bertanggung jawab.
Bokova juga mengatakan merestorasi mausoleum adalah bagian dari program PBB.
"Kami telah memenuhi janji kami ... kami menolak extremisme dan menerima perdamaian ... inilah sumbangan kami kepada masyarakat Timbuktu," kata Bokova.
Wali kota Timbuktu, Halle Ousmane, mengatakan halaman kelam dalam perjalanan sejarah kota ini telah ditutup.
"Pembangunan kembali mausoleum-mausoleum ini membantu kita melupakan masa-masa kelam tersebut," kata Ousmane.
Mausoleum ini adalah makam para pemikir Islam yang hidup pada abad ke-15 dan 16. Timbuktu, kota yang terletak di tengah padang pasir, adalah salah pusat ilmu pengetahuan dan perdagangan dunia di Abad Pertengahan.
Di masa keemasannya pada Abad Pertengahan, Timbuktu adalah pusat pendidikan dan perdagangan dunia.
Di masa keemasannya, terdapat 180 sekolah dan universitas yang menerima murid dari dunia Islam.
Seluruh kawasan kota Timbuktu tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Upaya restorasi bisa dilakukan setelah aparat keamanan, dibantu dengan militer Prancis, memukul mundur para milisi dari Timbuktu pada 2013.

Cerita Shalat di Stillerom, Oslo




Ruangan ini disebut “stillerom” (ruang tenang) atau “chapel” yang sejatinya diperuntukkan bagi siapa saja yang hendak berdoa atau mencari ketenangan sejenak dari suasana bandara internasional Oslo yang hiruk-pikuk.

Di dalamnya tertata beberapa kursi dan juga sajadah yang tergelar seadanya. Secara umum ruang ibadah ini tergolong rapi dan bersih.

Yang paling banyak memanfaatkan keberadaan ruang tenang ini adalah kaum muslim, baik yang bekerja di bandara ini maupun pelancong seperti kami.

Bersyukur masih diberi kesempatan bermunajat dan menjalankan perintah-Nya secara layak di tengah keterbatasan waktu yang ada…

Selanjutnya kami menantikan pesawat Qatar Airways yang akan menerbangkan kami ke tanah air. Semoga perjalanan para musafir ini diberkahi-Nya…

Muslim di Moskow Masih Terkendala Kurangnya Masjid Selama Ramadhan




DENGAN kedatangan bulan suci umat Islam, Ramadhan telah disambut di setiap sudut di dunia Islam dan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari umat Islam kembali berada di bawah sorotan.
Tentu Ramadhan juga memiliki arti yang sangat istimewa bagi umat Islam yang ada di Rusia. Setelah bertahun-tahun di bawah komunisme, yang menyebabkan tekanan besar terhadap kebebasan beragama, Ramadhan pada masa itu sangat jauh dari spirit asli nya. Namun runtuhnya kediktatoran komunis telah membawa berkah bagi Islam dan Muslim. Sekarang jumlah masjid di negara ini lebih dari sepuluh ribu jauh lebih banyak dibandingkan dahulu yang hanya sekitar 100 masjid selama era komunis. Hari ini, umat Islam menjadi umat beragama terbanyak kedua di Rusia dan ada lebih dari satu juta Muslim di ibukota Rusia sebagai akibat dari meningkatnya migrasi.
Ramadhan juga memberikan kesempatan untuk bersosialisasi bagi umat Islam yang ada di berbagai belahan Rusia. Metin Donmez, yang bermigrasi ke Rusia 3 tahun yang lalu, mengatakan “Mudah-mudahan, Ramadhan akan menemani keberuntungan untuk semua Muslim. Mereka saling mendoakan. Ramadhan adalah bulan paling suci bagi kita semua, memberikan kita kesempatan untuk bertemu dengan rekan-rekan Muslim yang tinggal di bagian yang berbeda dari Rusia. Kami datang bersama-sama untuk makan sahur dan shalat tarawih secara berjamaah.”
Namun keenam masjid yang ada di ibukota Moskow sudah tidak cukup bagi umat Islam khususnya di bulan Ramadhan.
Minimnya jumlah masjid di Moskow bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi umat Islam di Rusia. Duta Besar Turki untuk Moskow Aydın Sezgin mencatat, “Masalah terbesar bagi umat Islam yang tinggal di Rusia adalah menemukan makanan halal. Umat Islam tidak memiliki banyak pilihan selain makanan yang diproduksi sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, dan mereka berusaha untuk mendapatkan daging halal dari daging yang dijual di masjid.”
Umat Islam yang ada di Moskow sendiri dari berbagai latar belakang etnis memiliki kesempatan untuk berkumpul selama acara ifthar (buka puasa) bersama, yang diselenggarakan oleh perusahaan Turki yang ada di Rusia. Sementara itu, Presiden Vladimir Putin dan Perdana Menteri Dmitri Medvedev menyambut bulan suci umat Islam dalam sebuah pernyataan tertulis dengan menyatakan bahwa mereka berharap bulan Ramadhan dapat berubah menjadi bulan perdamaian.

Sejarah Islam Masuk Kurikulum Pendidikan Inggris




Inggris mulai melirik kebudayaan Islam untuk masuk dalam kurikulum pendidikan mereka. Mengutip laporan kantor beritaBBC pada Selasa (20/5/2014), bahwa era kebangkitan Islam, akan menjadi topik-topik baru dalam rancangan pelajaran sejarah untuk tingkat sekolah menengah atas Inggris atau A-level.

Kurikulum yang sedang dikaji itu juga akan memasukkan Raja Inggris abad ke-9, Alfred dan kaisar Mongolia, Genghis Khan.

Lembaga kajian ujian sekolah Inggris (OCR) mengatakan tujuan dari tambahan topik seputar sejarah kebangkitan Islam dan topik baru tersebut adalah untuk memperluas mata pelajaran sejarah, yang merupakan terpopuler kelima di A-Level.

Kepala unit sejarah di OCR, Mike Goddard, mengatakan selama ini sejumlah kritik menuding pelajaran sejarah terlalu mengulang-ulang dan ‘terfokus pada sejarah Barat’.

“Universitas-universitas mengatakan kepada kami mereka menginginkan siswa yang memiliki pengetahuan yang lebih luas,” pungkas Goddard.

Kebutuhan untuk pendidikan Islam di Inggris memang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini. Orang tua muslim kini semakin banyak yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah Islam. Selama 10 tahun terakhir, sekitar 60 sekolah Islam telah dibuka.

Satu sekolah Muslim di Birmingham, Al-Hijrah bahkan telah memperkenalkan sistem undian untuk menentukan muridnya. Itu karena satu kursi direbutkan oleh 25 orang tua.

Namun, umat muslim di Inggris kini menghadapi aturan baru yang lebih ketat untuk membuka ‘sekolah fleksibel’ berbasis Islam yang baru. Dinas pendidikan ingin memeriksa secara rinci kurikulum yang diajarkan pada sekolah Islam tersebut. “Departemen Pendidikan ingin segalanya dilakukan enam bulan di muka. Mereka ingin rencana pembangunan dan secara saksama mengawasi kami,” kata direktur pendidikan Manara, Fatima D’Oyen.

Sejarah Singkat Islam di Rusia





Di Rusia, ada daerah di mana penduduknya secara turun-temurun terdiri atas ummat Islam. Kawasan tersebut adalah republik Kaukasus Utara (Ingushetia, Chechnya, Dagestan, Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia), serta Tatarstan dan Bashkortostan.

Pada sensus terakhir pada tahun 2002, jumlah “penduduk Muslim keturunan” di Rusia berjumlah sekitar 14,5 juta, yang merupakan 10 persen dari penduduk Rusia. Menurut perkiraan Administrasi Spiritual Muslim di bagian Eropa dari Rusia, penganut Islam di Rusia pada waktu itu, berjumlah sekitar 20 juta.

Namun, menurut hasil survei Levada Center, yang dilakukan pada November 2013, ummat Islam merupakan 7 persen dari populasi Rusia.

Tidak semua orang yang menyebut diri mereka Muslim mengikuti ritual keagamaan. Menurut survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Sreda, hanya 42 persen Muslim Rusia mengatakan bahwa agama memainkan peran penting dalam kehidupan mereka dan bahwa mereka mengikuti semua perintah agama.

Jumlah Muslim di Rusia terus berkembang, karena peningkatan alami (kelahiran), terutama di kalangan orang-orang dari Kaukasus Utara. Selain itu, jumlah ummat Islam juga meningkat karena imigrasi, terutama dari Asia Tengah dan Azerbaijan.

Salah seorang yang mempertahankan keislamannya adalah Tamila. Ia lahir dan tinggal sepanjang hidupnya di Moskow. Dia selalu beridentitas Muslim, tapi dia mulai memakai jilbab baru empat tahun lalu, setelah ia menikah dan melahirkan dua anak. Meskipun ijazah pendidikan tinggi dan berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai perawat di sebuah pusat penitipan anak, ia tetap mengalami kesulitan besar. Direktur mengatakan kepada saya bahwa tidak ada perawat Muslim lain bekerja di sana sebelumnya.

Dia mengenakan jilbab, lantas orang tua, yang anak-anaknya dititipkan di lembaga itu, menulis petisi berisi penentangan terhadap perawat Muslim yang mengasuh anak-anak mereka. Oleh karena itu, Tamila harus menyembunyikan agamanya, jika tidak ingin kehilangan pekerjaannya.”

Tamila mengatakan dia memiliki masalah dengan rekan-rekan kerjanya juga, karena kecurigaan terhadap Muslim Moskow. Para terapis berbicara dan bertanya kepada salah seorang pendidik tentang saya. Mereka berpikir apakah saya merupakan salah satu dari orang-orang yang mengorganisir pengeboman.

Lain halnya dengan Diana yang bekerja sebagai dokter. Dia menyembunyikan fakta bahwa dia adalah seorang Muslim. Dia bahkan memakai tato, yang dilarang di negeri asalnya. Dia mengaku sedang mencoba untuk memulai hidup baru, yang tidak memiliki hubungan dengan lembaga Muslim apapun.

Akar Islam di Rusia

Islam pertama kali memasuki Rusia melalui Dagestan dari pertengahan abad ke-7 dan mulai menyebar ke Kaukasus Utara. Pada tahun 21 Hijriyah (641 M), tentara Muslim di bawah pimpinan Abd Rahman bin Rabiah mencapai Kaukasus Selatan dan mengarah ke utara setelah mengambil kendali Persia dan Al-Quds.

Tentara Muslim mencapai kemenangan telak atas Kerajaan Khazar selama pemerintahan Umayyah di 119 H (737 M). Selanjutnya, Kaukasus Utara, yang sebelumnya adalah di bawah kekuasaan Kerajaan Khazar, menjadi bagian dari Kekaisaran Umayyah.

Muslim mengubah wilayah ini menjadi pusat administrasi yang penting dan memperkenalkan Islam kepada suku-suku dari Kaukasus. Islam secara bertahap menempatkan dirinya di lembah Volga melalui perdagangan dan hubungan ekonomi lainnya dengan dunia Muslim. Kerajaan Bulgar, yang ada di wilayah Volga Tengah dari abad ke-8 diinvasi oleh Mongol pada 1236 M, Islam diakui sebagai agama resmi negara dalam pada 922 M (304 H).

Mulai dari wilayah tengah, Islam menyebar ke utara dan timur bagian dari Rusia, khususnya Siberia. Gelombang kedua ini memperkenalkan Islam ke Rusia selama periode Golden Horde ( usi Ulusi atau Altan Ordon), yang didirikan sebagai kerajaan utara dari Mongol pada tahun 1242 Masehi.

Bahkan, sejumlah kecil orang Mongol yang tinggal di daerah tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap struktur masyarakat setempat. Jadi, budaya, bahasa, agama, dan kehidupan sosial mereka tetap sama. Pada awal abad ke-15, sejumlah khanat Islam yang merdeka muncul dari raksasa Emas Horde. Khanat ini meliputi hampir semua wilayah Rusia modern, kecuali wilayah antara kota Moskow dan Kiev di mana sebagian besar Rusia dulu tinggal di sejumlah kerajaan.

Sampai khanat Islam dikalahkan oleh Kekaisaran Rusia pada abad ke-16, Islam mendominasi sebagian besar Rusia modern. Karena pentingnya Sungai Volga untuk transportasi ke Kekaisaran Tsar Rusia, wilayah Volga-Ural adalah bagian pertama yang jatuh di bawah Kekaisaran Rusia.

Pada tanggal 15 Oktober 1552, setelah penaklukan Kazan Khanat-yang sebelumnya negara terkuat di wilayah tersebut-maka Rusia mendapatkannya sebagai jalan untuk menaklukkan seluruh wilayah Volga dan Laut Kaspia terbuka lebar.

Pada tahun 1859, Muslim Dagestan (Chechnya dan Ingushetia yang keduanya merupakan bagian dari Dagestan) juga kehilangan negara mereka dijajah oleh Tsar Rusia setelah 34 tahun perlawanan di bawah Imam Shamil (1797-1871). Setelah Imam Shamil, barulah muncul era baru dalam sejarah Rusia. Perjuangan di bawah Imam Shamil menjadi alasan mengapa Muslim Rusia yang masih berada di sana begitu tegas memegang prinsip Islam.

Seorang Pelaku Pembantaian Muslim Bosnia Ditangkap di Pranciskor




Seorang pria yang dituduh melakukan kejahatan perang terhadap umat Islam selama perang Bosnia antara tahun 1992-1995 telah ditangkap di Prancis.

Radomir Susnjar, seorang Serbia Bosnia, telah ditangkap pada hari Jumat lalu dan kabarnya akan segera diekstradisi ke wilayah Bosnia-Herzegovina untuk diadili, menurut laporanRadio Free Europe.

Banyak laporan meyakini Radomir Susnjar telah membantai 59 warga sipil Muslim Bosnia, termasuk perempuan dan anak-anak, di kota Visegrad pada tahun 1992, ketika ia mengurung mereka di sebuah rumah yang kemudian dibakarnya.

Dua warga Serbia Bosnia lainnya telah dihukum atas pembantaian tersebut.

Terungkap, Penghancuran Masjid Babri di India Sudah Direncanakan




Sebuah penyelidikan di India telah mengungkapkan bahwa penghancuran Masjid Babur (Babri) yang bersejarah di negara Uttar Pradesh kota Ayota pada tanggal 5 Desember 1992 lalu,sebenarnya sebuah tindakan yang direncanakan.

Sampai saat ini, penghancuran masjid ini diyakini sebagai konsekuensi kerusuhan yang pecah di kota pada saat itu. Namun, beberapa pihak di India mengungkapkan bahwa kerusuhan tersebut sebenarnya sengaja disulut sebagai jalan bagi pembongkaran masjid.

Rencana penyerangan sudah disusun beberapa bulan sebelumnya oleh kelompok Ram Janambumi dan berupaya memprovokasi polisi agar memukul pengunjuk rasa di sekitar masjid sebagai bagian dari sebuah konspirasi untuk menghancurkan situs bersejarah berusia 430 tahun tersebut.

Seperti yang direncanakan, setelah kematian beberapa pengunjuk rasa Hindu, kerusuhan kemudian menjadi liar dan tak terkendali sehingga masjid dibakar dalam aksi kerusuhan itu.

Muslim Nottingham Bersukacita dengan Hadirnya Masjid Bermenara



Aurangzeb Khan

Masyarakat Muslim di kota Inggris Tengah, Nottingham bergembira jelang persiapan peresmian masjid pertama yang memiliki menara di kota mereka pada pekan depan. Mereka menganggap berdirinya masjid dengan menara, merupakan simbol Islam di kota tua tersebut.

“Saya sangat bangga dan cemas jelang peresmian,” kata ketua masjid Aurangzeb Khan (79 tahun) dari Carlton, mengatakan kepada Nottingham Post pada hari Rabu kemarin (2/4/2014).

“Kami sudah menginginkan masjid yang memiliki menara ini terwujud empat atau lima tahun terakhir dan kami benar-benar senang dengan terealisasinya hal itu.”

Masjid baru yang dinamakan Jamia Masjid Sultania di Sneinton Dale akan menjadi penyelenggara shalat Ashar untuk pertama kalinya pada pukul 14:00 pada hari Minggu, 13 April mendatang.

Bangunan masjid menelan biaya sekitar 1,2 juta dolar pound, diberikan izin perencanaannya oleh Dewan Kota Nottingham pada tahun 2011.

Sedangkan menara dengan tinggi 14 meteran terbuat dari bahan fiber ditambahkan akhir Februari lalu sebagai salah satu bagian akhir yang akan ditambahkan ke Masjid Jamia Masjid Sultania di Sneinton.

Masjid bermenara adalah yang pertama kalinya didirikan di Nottingham. Selama 30 tahun terakhir, umat Islam shalat di rumah-rumah mereka.

Imam Maulana Mohammad Aslam Rabbani, yang akan memimpin ibadah shalat, menggambarkan menara sebagai simbol Islam di Nottingham.

Sedangkan Aurangzeb Khan, ketua masjid, yakin bahwa reaksi orang terhadap menara masjid baru tersebut akan positif.

“Orang-orang akan datang untuk melihatnya. Setiap orang yang lewat memuji masjid ini,” pungkasnya.

Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang cukup besar dengan total hampir 2,7 juta jiwa.

Orang-orang Yahudi Berdoa Agar Pemerintahan Islam Berdiri di Timur Tengah



Orang-orang Yahudi Berdoa Agar Pemerintahan Islam Berdiri di Timur Tengah

islampos.com—Tidak ada sejarah yang betul-betul dikuasai Yahudi tanpa melalui jalur peperangan. Untuk menguasai Palestina, mereka berperang. Untuk mendapatkan minyak, mereka berperang. Untuk menghancurkan Islam, mereka pun juga bersusah payang melalui jalan peperangan. Meski harus memakai tangan orang lain. Tidak terkecuali di Timur Tengah.

Analisis ini lahir dari pakar konspirasi dan akhir zaman kawakan, Syekh Imron Hossein, dalam sebuah ceramahnya di Lakemba. Beliau mengatakan bahwa Revolusi Timur Tengah tidak lepas dari skenario panjang kaum Yahudi. Hasil dari revolusi ini adalah munculnya beberapa pemerintah yang menyatakan dirinya sebagai “pemerintahan Islam” di Timur Tengah. Sebuah pemerintahan yang anti Amerika dan juga anti Israel. “Dan Yahudi akan selalu berdo’a jika itu terjadi,” ujar pakar akhir zaman ini.

Menariknya Syekh Imron Hosein memprediksi Revolusi Timur Tengah ini jauh sebelum meletusnya Arab Spring di tahun 2011. Sejak tahun 2003, Syekh Imron sudah memprediksi akan terjadi kekacauan di Timur Tengah yang menumbangkan rezim-rezim diktator.

Memang benar adanya, bahwa sejak tahun 2003, diam-diam George Bush sudah mengumumkan sebuah proyek besar yang akan mengubah peta baru dunia Timur Tengah. Ia menamakannya Great Middle East. Rencana tersebut kemudian kian dimatangkan Bush pada tahun 2004 dengan menggelontorkan uang 80 Juta Dolar yang dialokasikan bagi LSM Pro Demokrasi dan Jaringan Media di sejumlah negara Arab.

Lantas pertanyaannya adalah mengapa Yahudi justru melakukan konspirasi untuk menumbuhkan pemerintahan yang anti mereka? Jawabannya adalah karena dengan bermunculannya pemerintahan muslim di Timur Tengah, Yahudi memiliki legitimasi untuk memprovokasi warganya untuk bangkit dan berperang mengalahkan umat muslim. “Jika kita tidak melakukan sesuatu, kita semua akan disembelih oleh muslim fanatik,” ungkap Syekh Imron Hosein menirukan seruan para Rabi Yahudi.

Ketika pemerintahan-pemerintahan muslim ini mulai bermunculan, lanjut Syekh Imron, kita akan menyaksikan berita hangat yang akan disiarkan berhari-hari terkait serangan 11 september. Televisi-televisi yang sudah beklerja dalam jaringan Yahudi akan bergerak serempak menampilkan sisi buruk fundamentalisme Islam. Dalam hal ini kantor berita CNN akan berada pada garda terdepan. Dan media di seluruh dunia akan dimanfaatkan untuk mengambarkan skenario yang terjadi seperti efek domino.



Televisi-televisi ini akan menyiarkan bahwa bangkitnya dunia Islam adalah jalan untuk menyapu habis semua pemerintahan yang ada. Bahwa berdirinya pemerintahan muslim adalah lonceng berdentang bagi kematian kaum Yahudi. Dan para Rabbi Yahudi akan membangkitkan semangat perlawanan bangsanya untuk bangkit dan melawan tumbuhnya hegemoni Islam. “Kita harus melakukan sesutau jika hanya duduk berdiam diri. Israel akan dihancurkan dan semua Yahudi akan dipenggal,” kata mereka.

Syekh Imron Hosein menegaskan bahwa ketika hal ini terjadi ini maka pertunjukkan paling menakjubkan dalam sejarah Yahudi akan segera dimulai. Sebuah perang yang Paman Sam (AS) sebagai mitra Israel sendiripun belum pernah menyaksikannya. Karena Israel memiliki senjata yang tidak dimiliki oleh AS. “Mereka akan mengelaurkan segala senjatanya agar rakyat dunia tahu bahwa mereka akan menjadi negara adikuasa baru,” kata Syekh Imron

Maka tepatlah kata Vladimir Jabotinsky (1880-1940), seorang revisionis Zionis dan pemimpin organisasi teroris Betar sebelum berdirinya Israel, katanya: “Aku berperang maka aku ada”. Ya sebuah diktum Corgito Ergo Sum ala Descartes yang dirubah menjadi semangat perperangan. Dan kebutuhan perang ini tidak saja menjadi semangat Jabotinsky, karena perintah Taurat yang mendelegasikan bahwa Tanah Sungai Nil hingga Eufrat adalah hak kaum Yahudi mustahil bisa didapati jika Yahudi hanya berdiam diri dan melulu mengandalkan ghazwul fikri apalagi rekonsiliasi.

“Saya tidak percaya pada penggunaan cara-cara yang menunjukkan kelemahan, seperti diplomasi, perundingan, dan sejenisnya,” tegas Ariel Sharon.

Jadi, jika Yahudi sudah menyiapkan segala upayanya untuk menaklukan umat muslim, sudahkah kita menyiapkan diri menjadi mujahid untuk melawan mereka? Inilah akhir zaman.

“Aku Berperang Maka Aku ada…” (Vladimir Jabotinsky, Revisionis Zionis)

Tidak ada sejarah yang betul-betul dikuasai Yahudi tanpa melalui jalur peperangan. Untuk menguasai Palestina, mereka berperang. Untuk mendapatkan minyak, mereka berperang. Untuk menghancurkan Islam, mereka pun juga bersusah payang melalui jalan peperangan. Meski harus memakai tangan orang lain. Tidak terkecuali di Timur Tengah.

Analisis ini lahir dari pakar konspirasi dan akhir zaman kawakan, Syekh Imron Hossein, dalam sebuah ceramahnya di Lakemba. Beliau mengatakan bahwa Revolusi Timur Tengah tidak lepas dari skenario panjang kaum Yahudi. Hasil dari revolusi ini adalah munculnya beberapa pemerintah yang menyatakan dirinya sebagai “pemerintahan Islam” di Timur Tengah. Sebuah pemerintahan yang anti Amerika dan juga anti Israel. “Dan Yahudi akan selalu berdo’a jika itu terjadi,” ujar pakar akhir zaman ini.

Menariknya Syekh Imron Hosein memprediksi Revolusi Timur Tengah ini jauh sebelum meletusnya Arab Spring di tahun 2011. Sejak tahun 2003, Syekh Imron sudah memprediksi akan terjadi kekacauan di Timur Tengah yang menumbangkan rezim-rezim diktator.

Memang benar adanya, bahwa sejak tahun 2003, diam-diam George Bush sudah mengumumkan sebuah proyek besar yang akan mengubah peta baru dunia Timur Tengah. Ia menamakannya Great Middle East. Rencana tersebut kemudian kian dimatangkan Bush pada tahun 2004 dengan menggelontorkan uang 80 Juta Dolar yang dialokasikan bagi LSM Pro Demokrasi dan Jaringan Media di sejumlah negara Arab.

Lantas pertanyaannya adalah mengapa Yahudi justru melakukan konspirasi untuk menumbuhkan pemerintahan yang anti mereka? Jawabannya adalah karena dengan bermunculannya pemerintahan muslim di Timur Tengah, Yahudi memiliki legitimasi untuk memprovokasi warganya untuk bangkit dan berperang mengalahkan umat muslim. “Jika kita tidak melakukan sesuatu, kita semua akan disembelih oleh muslim fanatik,” ungkap Syekh Imron Hosein menirukan seruan para Rabi Yahudi.

Ketika pemerintahan-pemerintahan muslim ini mulai bermunculan, lanjut Syekh Imron, kita akan menyaksikan berita hangat yang akan disiarkan berhari-hari terkait serangan 11 september. Televisi-televisi yang sudah beklerja dalam jaringan Yahudi akan bergerak serempak menampilkan sisi buruk fundamentalisme Islam. Dalam hal ini kantor berita CNN akan berada pada garda terdepan. Dan media di seluruh dunia akan dimanfaatkan untuk mengambarkan skenario yang terjadi seperti efek domino.

Televisi-televisi ini akan menyiarkan bahwa bangkitnya dunia Islam adalah jalan untuk menyapu habis semua pemerintahan yang ada. Bahwa berdirinya pemerintahan muslim adalah lonceng berdentang bagi kematian kaum Yahudi. Dan para Rabbi Yahudi akan membangkitkan semangat perlawanan bangsanya untuk bangkit dan melawan tumbuhnya hegemoni Islam. “Kita harus melakukan sesutau jika hanya duduk berdiam diri. Israel akan dihancurkan dan semua Yahudi akan dipenggal,” kata mereka.


Syekh Imron Hosein menegaskan bahwa ketika hal ini terjadi ini maka pertunjukkan paling menakjubkan dalam sejarah Yahudi akan segera dimulai. Sebuah perang yang Paman Sam (AS) sebagai mitra Israel sendiripun belum pernah menyaksikannya. Karena Israel memiliki senjata yang tidak dimiliki oleh AS. “Mereka akan mengelaurkan segala senjatanya agar rakyat dunia tahu bahwa mereka akan menjadi negara adikuasa baru,” kata Syekh Imron

Maka tepatlah kata Vladimir Jabotinsky (1880-1940), seorang revisionis Zionis dan pemimpin organisasi teroris Betar sebelum berdirinya Israel, katanya: “Aku berperang maka aku ada”. Ya sebuah diktum Corgito Ergo Sum ala Descartes yang dirubah menjadi semangat perperangan. Dan kebutuhan perang ini tidak saja menjadi semangat Jabotinsky, karena perintah Taurat yang mendelegasikan bahwa Tanah Sungai Nil hingga Eufrat adalah hak kaum Yahudi mustahil bisa didapati jika Yahudi hanya berdiam diri dan melulu mengandalkan ghazwul fikri apalagi rekonsiliasi.

“Saya tidak percaya pada penggunaan cara-cara yang menunjukkan kelemahan, seperti diplomasi, perundingan, dan sejenisnya,” tegas Ariel Sharon.

Jadi, jika Yahudi sudah menyiapkan segala upayanya untuk menaklukan umat muslim, sudahkah kita menyiapkan diri menjadi mujahid untuk melawan mereka? Inilah akhir zaman.

SYIAH TIMUR TENGAH DIKAGETKAN OLEH WAJAH AYATULLAH / MARJA' MEREKA YANG KINI BERWAJAH SEORANG ULAMA SUNNI



Semalam, jam 9 Waktu Mekkah ِِِAl-Mukarramah, Penganut agama syiah imamiyah itsna 'asyariyah / ja'fariyah Timur Tenagh, digemparkan oleh TV Wesal Arab Saudi yang menyajikan salah satu acara "terpanas" yang pasti membuat kuping kaum syiah dan para ulama mereka memerah.


Pasalnya, tamu dalam acara tersebut adalah salah seorang mantan ayatollah syiah, ulama hadis, fiqh dan ushul agama syiah sekaligus sebagai marja' (ulama rujukan tertinggi) dalam komunitas syiah, yang kini berwajah sebagai seorang ulama sunni yang sangat handal. Semalam ia muncul untuk pertama kalinya secara resmi sebagai seorang ulama sunni ,setelah sebelumnya ia kerap muncul sebagai ulama syiah yang berserban hitam ala syiah.

Ini merupakan taqdir yang sangat luar biasa, sebab seorang marja' dalam agama syiah adalah ulama tertinggi ,semua fatwa dan ucapannya diamalkan laksana wahyu ,dan tak perlu ditanya tentang dalil dari semua fatwanya. Derajat Marja' ini, lebih tinggi dari derajat keulamaan lainnya dalam agama syiah, hatta derajat ulama mujtahid muthlaq ataupun presiden.

Biasanya kalau sudah menjadi marja' ; uang jutaan dolar dari hasil "khumus" (baca ; uang haram) akan memenuhi rekening banknya di Swiss ,Jerman, Prancis atau Negara Eropa lainnya. Sebab semua uang khumus-nya kaum syiah, penempatannya diatur oleh seorang marja' sekehendaknya.

Dengan segala kekayaan dan tingginya derajat keulamaan ini, ternyata mantan marja' syiah ini ; Syaikh Al'Allaamah Abu 'Ali Husain Al-Muayyid hafidzhahullah, meninggalkan pangkat tersebut dan lebih memilih untuk menyelamatkan keyakinannya. Baginya pangkat, harta dan kedudukan tinggi tidak berarti jika aqidah dan keyakinannya tidak memiliki dasar dan pondasi yang benar dan abash. Inilah sebabnya, ia "melarikan diri" dari semua harta dan pangkat dunia demi meraih cahaya iman dalam bingkai mazhab ahli sunnah waljama'ah.

Tidak tanggung-tanggung, ia rela meninggalkan semua kerabatnya, orangtuanya yang merupakan salah satu pemuka syiah dari keturunan marga Al-Kaadzhimiyah (marga tertinggi syiah) ia tinggalkan, demikian juga semua anaknya, dan istrinya ,ia tinggalkan sebab mereka semua tidak menyetujui berpindahnya beliau ke mazhab sunni.

Ibu beliau ; anak salah satu marja' syiah ; ayatullah sayid hasan shadar.Sedangkan istrinya ; saudari dari dai syiah populer ,Ammaar Al-Hakim.

Ketika istrinya mengetahui ia telah masuk dalam mazhab sunni, ia meminta cerai dan berkata pada beliau ; "Saya tidak akan pernah rela hidup menjadi istri seorang suami yang mendoakan keridhaan terhadap Aisyah",
Mendengar itu, iapun menjawab ; "Demikian juga aku, tidak mungkin bisa hidup dengan seorang istri yang selalu saja mencaci maki ibundaku, Aisyah radhiyallaahu'anha".

Karena khawatir ditangkap atau dibunuh oleh otoritas dan rezim Iraq dan Iran, beliaupun melarikan diri ke Yordania, lalu pindah ke Libanon, dan sekarang telah hidup di Jeddah, Arab Saudi. Ia mendapatkan suaka dan keamanan di Arab Saudi, dan sekarang beliau menjadi salah satu ulama yang ditugaskan di Rabithah Al-'Aalam Al-islamiy di Jeddah.

Semalam, di Wesal TV beliau mengisahkan perjalanan hidupnya, dari kecil, sewaktu menuntut ilmu di Hawzah Nejf, dan Qum, hingga menjadi ulama rujukan (marja') syiah di Iran dan Iraq secara khusus, dan di dunia secara umum.

Ket, Foto :
-Foto dengan jubah hitam dan serban hitam ; sewaktu beliau masih menjabat sebagai ayatullah syiah.

-Foto dengan jubah putih dan ghutrah ; setelah beliau bertaubat dan kembali ke mazhab sunni.

Simak juga keterangan beliau di Wesal TV, beliau menceritakan kisah hidupnya sejak dari kecil tumbuh di keluarga Syiah, lalu menjadi ulama rujukan Syiah, dan bertaubat memeluk agama Islam yang murni: http://www.youtube.com/watch?v=Y_wObje0heY&list=UUZk2GecS237MmUZpXhv3VEw

Umur Umat Islam





Diriwayatkan oleh Imam Bukhari (di dalam Shahih-nya) dari Abdullah Ibn ‘Umar radhiallahu’anhu, bahwa beliau mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya masa menetapmu dibandingkan dengan ummat-ummat sebelum kamu adalah seperti waktu shalat Ashar sampai terbenamnya matahari, Ahli Taurat (Yahudi) telah diberikan kepada mereka kitab Taurat kemudian mereka mengamalkan kitab tersebut, sehingga apabila mereka telah sampai waktu tengah hari mereka pun ‘lemah’ untuk mengamalkannya, lalu mereka diberi ganjaran oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala masing-masing satu qirath.

Kemudian diberikan pula kepada Ahli Injil (Nasrani) kitab Injil, lalu mereka mengamalkan kitab tersebut sampai waktu shalat Ashar, setelah itu mereka ‘lemah’ untuk mengamalkan, maka mereka pun diberi ganjaran oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala satu qirath – satu qirath. Kemudian diberikan pula kepada kita kitab Al Qur’an, dan kita mengamalkannya sampai matahari terbenam, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi ganjaran kepada kita masing-masing dua qirath.

Maka berkatalah Ahli Kitab, ‘Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau memberikan ganjaran kepada mereka (kaum Muslimin) masing-masing dua qirath dan Engkau memberikan ganjaran kepada kami masing-masing satu qirath sedangkan amal kami lebih banyak?’

Berkata Allah Subhanahu wa Ta’ala (sambil bertanya), ‘Apakah aku berlaku zhalim (tidak adil) dalam memberikan ganjaran amal kalian?’

Mereka menjawab, ‘Tidak.’

Allah Subhanahu wa T’ala berkata, ‘Itu adalah karunia-Ku yang Aku berikan kepada siapa saja yang Aku kehendaki’.”

Diriwayatkan oleh Bukhari dalam beberapa tempat dalam kitab Shahihnya: Pada Kitab Mawaqitushshalah, Juz 2, Faatul Baari, hal. 38. Cetakan Darul Fikri. Pada kitabul Ijarah, Juz 4, hal. 445. Kitab Al Hadist Al Anbiya’ Juz 6 hal 465. Kitab Fadha’il Quran Juz 9 hal 46 dengan sanad yang berbeda-beda

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari juga dalam kitab Shahih-nya sebuah Hadist dari Abu Musa radhiallahu’anhu dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam,

“Permisalan antara kaum Muslimin dan Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani adalah seperti seorang laki-laki (kaya) yang mengupah suatu kaum untuk melakukan sebuah pekerjaan untuknya sampai malam, akan tetapi kaum tersebut hanya bekerja sampai tengah hari dan mereka berkata kepada laki-laki tersebut, ‘Kami tidak memerlukan gaji yang kamu berikan.’

Kemudian laki-laki itu mengupah suatu kaum yang lain dan berkata, ‘Sempurnakanlah pekerjaan ini sampai penuh hari ini dan kamu akan mendapatkan gaji seperti yang aku syaratkan.’

Kemudian kaum tersebut hanya bekerja sampai waktu shalat ‘Ashar dan berkata, ‘Ambillah olehmu apa-apa yang kami kerjakan.’

Kemudian laki-laki tersebut mengupah suatu kaum yang lain, maka mereka pun bekerja sampai penuh hari tersebut sehingga terbenam matahari dan mereka mendapatkan gaji dua kaum sebelum mereka’.”

Juga diriwayatkan oleh Bukhari dalam beberapa tempat: Kitab Mawaqit Ash Shalah Juz 2 hal 38. Kitab Al Ijarah Juz 4 hal 447.

Prancis Miliki 2400 Masjid dengan Kegiatan Aktif




Lebih dari 2400 masjid dan mushala dilaporkan aktif di Prancis. Di sisi lain, Prancis juga tengah membangun 200 hingga 300 proyek pembangunan masjid baru.

Menurut laporan media Tarvah Tamusk pada Rabu (12/3/2014), sekira 200 hingga 300 proyek pembangunan masjid di Prancis juga tengah dilaksanakan, dimana 98 persen biaya operasionalnya dikumpulkan dari donasi masyarakat.

Menariknya, sejumlah organisasi amal yang didirikan melalui sumbangan dari warga Muslim Prancis juga telah diluncurkan di negara ini.

Tetapi kurangnya sumbangan pemerintah untuk masjid-masjid Prancis telah mendorong para penanggung jawab pusat ibadah ini untuk memperoleh income dari cara-cara yang lain.

Dalam beberapa kasus, para penanggung jawab masjid memanfaatkan hasil sumbangan rakyat ini untuk membeli apartemen di lokasi setempat kemudian menyewakannya, dan menggunakan uang sewanya untuk memenuhi kebutuhan masjid.

Sebuah Situs Pasukan Islam Serukan Penyerangan Terhadap Prancis




Sebuah situs web yang mengatasnamakan pasukan Islam dilaporkan telah membuat serangkaian poster yang menyerukan serangan terhadap Prancis, dan pembunuhan Presiden Francois Hollande. Ancaman ini diduga sebagai balasan atas kebijakan Prancis di Mali dan Republik Afrika Tengah, layanan monitoring SITE mengatakan pada Senin (10/3/2014) malam.

Selain membantu pasukan Mali dalam perang melawan Islam, Prancis juga mengirim pasukan empat bulan lalu ke Republik Afrika Tengah (CAR), di mana pasukan “Seleka” yang beranggotakan Muslim merebut kekuasaan tahun lalu. Perebutan kekuasaan oleh pasukan Seleka ini, mendorong kembali tentara Kristen “Balaka” untuk membantai umat Islam di CAR.

Jaringan Media al-Minbar Jihadi, sebuah situs Islam terkenal telah membuat enam poster sebagai bagian dari kampanye yang dijuluki, “Kami tidak akan diam, Prancis,” SITE melaporkan.

Media forum tentara Islam ini merancang poster yang dapat diunduh dan dicetak oleh pengunjung situs.

Jumlah pasukan Prancis di Republik Afrika Tengah, sekira 2.000 tentara, yang mendukung misi pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika yang berjumlah 6.000 personil.

Muslim Tatar Krimea, DiBerangus Rusia Sejak Abad 19




Apa yang melatarbelakangi invasi Soviet pada Krimea? Tak banyak orang yang menyadari bahwa orang-orang Krimea merupakan keturunan Muslim dari Golden Horde of Genghis Khan. Mereka berbicara dengan menggunakan bahasa Turki dan merupakan penduduk asli yang mendiami Krimea. Itu adalah tanah air mereka yang sudah mereka huni sejak abad ke-13 .

Orang-orang Tatar menghuni Semenanjung Krimea mencakup lebih dari 10.000 mil persegi. Mereka dideportasi dari wilayah itu oleh pemerintah pusat Soviet pada tahun 1944. Tatar yang dideportasi tersebar di Asia Tengah, antara lain di Uzbekistan, Tadzhikistan, Ukraina, Georgia, dan Azerbaijan. Di luar perbatasan bekas Soviet, ada beberapa Tatar Krimea di Rumania dan Turki.

Sejak tahun 1967, meskipun selalu menghadapi hambatan, mereka mulai kembali ke tanah air mereka di Krimea. Namun sekarang, dengan adanya pendudukan Rusia di Krimea, mereka merasa terancam karena takut sekali lagi akan diusir dari tanah air mereka.

Pembersihan Etnis oleh Soviet

Orang-orang kebangsaan Muslim dari Eropa Timur telah menjadi korban dari berbagai kampanye pembersihan etnis sejak akhir abad ke-18. Di antara adalah Muslim Bulgari, Sirkassians, Abkhazia dan yang paling baru di abad ke-20 Muslim Bosnia. Perkiraan mencapai sekitar 60.000 Muslim Bosnia tewas selama perang itu.

Selama Perang Dunia II pemimpin Uni Soviet, Josef Stalin, mengasingkan seluruh bangsa Muslim dari tanah air leluhur mereka. Soviet menyasar kebangsaan Muslim Caucaus dan Krimea dengan deportasi total. Pemerintah Soviet menargetkan Muslim dengan menggunakan kebijakan politik Soviet dan mengasingkan mereka ke Karachays, Chechnya, Ingushetia, Balkars, Meskhetian, Turki hingga Kazakhstan, Asia Tengah, Siberia, dan lokasi lainnya yang terpencil di Uni Soviet sejak tahun 1943 sampai 1944.

Banyak dari lokasi yang terpencil, dan membuat kehidupan sangat sulit sehingga mengakibatkan ribuan Muslim kematian. Sekitar 200.000 Muslim, hampir setengahnya dari populasi, meninggal karena kelaparan, kehausan, dan penyakit pada tahun pertama mereka di pengasingan.

Muslim Tatar Tatar Muslim takut kehilangan tanah air mereka lagi

“Kelompok etnis lain di sini memiliki pemerintah yang melindungi masa depan mereka, tapi kami tidak memiliki tanah air selain Krimea,” kata Abduraman Egiz, seorang wakil Mejlis, sebuah badan perwakilan untuk Tatar Krimea.

Di semenanjung ini, 60 persen dipenuhi oleh orang Rusia, Ukraina 24 persen, dan Tatar Krimea hanya sebebsar 12 persen menurut sensus di tahun 2001.

Berkaca dari sejarah, orang-orang Tatar jelas khawatir bahwa akan terjadi pembubaran kelompok-kelompok etnis minoritas yang telah menderita selama berabad-abad di Asia Tengah. Mereka tidak ingin kehilangan budaya dan tanah air mereka lagi.

“Kami ingin melindungi bahasa, sejarah dan tokoh-tokohsejarah kami, namun warisan Uni Soviet hidup, dan orang tidak mengerti hak-hak dasar ini perlu dijamin,” kata Egiz, di Voice of America.

Kisah-kisah pengembalian dari pengasingan dari Asia Tengah sama mengkhawatirkannya juga. “Semua orang tua memberitahu kami cerita tentang tanah air kami. Mereka terus mengatakan hal itu kepada kami sehingga kami tidak akan pernah lupa,” kata Zulfere Memetova, seorang akuntan berusia 30 tahun yang dibesarkan di Uzbekistan.

Pasukan Rusia berada hanya beberapa blok jauhnya di Simferopol, di jalan-jalan ibukota di Krimea, dan bisikan kemungkinan serangan terhadap Muslim Tatar sangat meresahkan, terutama oleh mereka yang mengingat pembersihan etnis dan pengusiran masa lalu.

Mudasir Kafodar, sebuah etnis Tatar yang berusia 55 tahun mengatakan, “Kami ingin hidup damai. Tapi pasukan Rusia telah memasuki wilayah kami, wilayah Ukraina, dan orang-orang bersenjata berjalan di sekitar kami. Ini membuat kami takut . Bukan hanya saya, tapi kami semua.”

“Mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tidak menjelaskan siapa mereka. Tapi jelas mereka bukan orang Ukraina . Mereka orang Rusia.”

Ketika Khilafah Diruntuhkan Hari Ini 3 Maret 90 Tahun Lalu



Ketika Khilafah Diruntuhkan Hari Ini 3 Maret 90 Tahun Lalu

90 Tahun  yang lalu, tepatnya 3 Maret 1924 lalu secara resmi Khilafah Islam dihapus. Umat Islam pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 750 – 1500. Setelah masa itu secara perlahan umat Islam mengalami degradasi yang puncaknya terjadi pada 3 Maret 1924 dimana Mustafa Kemal resmi mendirikan Republik Turki yang sekuler menggantikan Khilafah Utsmani.

Kekalahan Di Gerbang Vienna

Pada jaman Khilafah Abbasiyah, umat Islam menikmati kejayaan sains dan teknologi. Lalu pada jaman Khilafah Utsmaniyah, umat Islam mendapati wilayah terluas. Pada masa Sultan Fatih Mehmed II dan Khalifah Suleyman Qanuni, Islam sudah menjadi sangat kuat bahkan menguasai darat dan lautan. Namun sayangnya hal ini tak dimanfaatkan untuk memperbaiki pemahaman Islam. Terlena oleh berbagai kemenangan dan kemewahan hidup, pasukan Islam tertahan dan kalah di Gerbang Vienna pada tahun 1683. Dan itulah saat terakhir umat Islam melakukan jihad, titik tolak dari kemunduran umat Islam. Dan ini menjadi awal dari bangkitnya barat.

Awal Kebangkitan Barat

Saat jihad sudah ditinggalkan demi kesenangan dunia, barat mulai melakukan ekspansi militer dengan motonya 3G (Gold-Gospel-Glory). Barat mulai bergerak untuk menjajah negeri muslim. Penyebab lain dari runtuhnya kejayaan umat Islam adalah ditinggalkannya bahasa arab yang merupakan bahasa Islam (dan juga dapat menjadi bahasa pemersatu umat Islam). Dengan ditinggalkannya bahasa arab, maka semakin lemahlah pemahaman Islam.

Sultan-Sultan Mamalik pada awalnya mereka merupakan budak-budak yang akhirnya menggantikan bangsa Arab menjadi pemimpin umat Islam (Khilafah Islam). Masalah muncul sebab kaum Mamalik bukanlah orang arab dan kemudian tidak menjadikan bahasa arab sebagai bahasa ibu. Lalu terjadilah pemisahan “potensi Islam” dan “potensi bahasa arab” yang merupakan pokok dari pengetahuan dan ilmu dalam Islam. Rendahnya pemahaman Islam akibat ditinggalkannya bahasa arab dapat terlihat ketika Al-Qaffal menutup pintu ijtihad, sehingga umat resah.

Hal ini terus berlanjut hingga sekarang dimana di banyak negeri Islam, umat Islam tidak menjadikan bahasa arab sebagai bahasa ibu. Dan akhirnya munculah kasus-kasus seperti ini, “Apakah TV halal atau haram?”, “Bolehkah Al-Qur’an dicetak?” dan semisal.

Kemunduran cara berpikir umat Islam semakin lengkap ketika diserang oleh filsafat Persia dan Yunani yang mencampuri cara berpikir umat Islam. Pengaruh filsafat Persia sangat nyata dalam pemikiran tasawuf. Penyucian diri dengan cara menyiksa fiksi sebagai ganti ketinggian ruh. Filsafat Yunani juga secara nyata menyerang pemahaman tentang taqdir, qadha-qadar, hingga melahirkan fitnag khalqul qur’an gaya mu’tazilah.

Dan ketika pemahaman Islam melemah, ketakwaan kepada Allah memudar. Barat mulai berani meningkatkan serangan-serangannya. Akhir abad 16, Dimulai di Malta para misionaris mulai mengacaukan pemahaman umat Islam dengan membuat umat Islam ragu akan ajaran Islam. Perancis, Inggris serta Amerika Serikat juga bergabung menghancurkan umat Islam melalui paham nasionalisme.

Paham nasionalisme menyebar dan membuat umat Islam berpikir tidak lagi umat yang satu, yakni umat Islam, melainkan berpkir sesuai suku bangsa mereka seperti bangsa Arab, Turki, Mesir dan lain-lain. Salah satu tempat paham nasionalisme diajarkan adalah di Beirut. Dimana American University of Beirut didirikan pada tahun 1866.

Penjajahan Barat

Selain itu keruntuhan Khilafah juga terkait serangan fisik, peperangan dan imperialisme serta diikuti oleh perjanjian-perjanjian. Perjanjian Karlowitz 1699, Passarowitz 1718, Belgrade 1739, Küçük Kaynarca 1774, semuanya menghabisi wilayah kekuasaan Khilafah Utsmani.

Rusia mengambil wilayah Khilafah di bagian utara sampai berbatasan dengan laut hitam pada masa Catherine. Perancis menjajah Mesir pada tahun 1698, Aljazair pada tahun 1830, Tunisia pada tahun 1881, Maroko pada tahun 1912. Inggris menjajah India, China Barat, Sudan dan juga merebut Mesir dari Perancis. Wilayah umat Islam bagaikan hidangan yang diperebutkan.

Umat Islam semakin terpuruk akibat konflik internal yang terjadi. Pasukan Yeniseri sering melakukan pemberontakan. Dan akhirnya pasukan ini dibubarkan oleh Khalifah Mahmud II pada 1826. Akibatnya kekuatan umat Islam semakin berkurang karena tiadanya pasukan.

Saat pasukan yeniseri bubar, maka pengaruh barat memaksa Khilafah mengadakan ‘tanzimat’ (ide pembaharuan) militer dan hukum. Reformasi yang dipengaruhi cara berpikir barat ini membuat Khilafah Islam cenderung menjadi sekuler (paham yang memisahkan ajaran agama dengan dunia).

Setelah ‘tanzimat’ ini maka Khilafah mulai mengadopsi sistem keuangan, hukum sipil dan hukum pidana Perancis. Reformasi militer mengadopsi sistem militer Perancis dan Swedia, sehingga umat Islam dikuasai secara tak langsung. Jizyah dihapus, pasar saham didirikan, non-muslim diizinkan jadi tentara reguler, boleh mendirikan universitas-universitas barat, mendirikan parlemen. Hemayun script dibuat. Sistem parlamenter diterapkan, membagi dua mahkamah dan mengadopsi hukum barat.

Bersamaan dengan itu, benih-benih nasionalisme tumbuh di dunia Islam. Maka berdirilah, fatatul turk (pemuda turki), fatatul arab (pemuda arab). Lalu para pemuda penganut Nasionalisme ini mulai menyerukan disintegrasi (pemberontakan) Islam berdasarkan etnis. Misalnya gerakan ittihad wa taraqiy turki. Gerakan ini didukung oleh loji-loji freemasin di yunani, dan membiayai mereka, dan mengijinkan izinkan rapat di loji mereka.

Begitulah umat Islam dipecah-pecah berdasarkan paham nasionalisme, dimana ukhuwah dibedakan oleh warna kulit dan bentuk wajah. Antek-antek barat seperti Jamaluddin Al-Afghani pun diminta untuk menolak Khilafah. Gerakan seperti pan-arabisme (persatuan etnis arab) dimunculkan. Khalifah Abdul Hamid II dalam catatan hariannya menyebut Jamaluddin Al-Afghani sebagai pelawak dan orang yang sangat berbahaya.

Pukulan paling keras yang membuat Khilafah runtuh datang saat terjadi Perang Dunia I (1914-1917). Kaum muslim terjebak dalam peperangan melawan sekutu dan kalah total. Dan melalui perjanjian Sykes-Picot (Inggris-Perancis) wilayah Islam secara formal dipecah belah penjajah.

Lawrence of Arabia memulai pemberontakan negeri-negeri Arab di Syam pada 1916-1918 dan akhirnya bermunculan negeri-negeri baru. Barat juga mendukung pemberontakan Ibnu Saud dan Raja Faisal memimpin “revolusi Arab” yang didukung Inggris.

Inggris kemudian membagi-bagi wilayah-wilayah kaum muslim dan membuat mereka menjadi satuan yang lemah. Inggris pula yang mendukung Mustafa Kemal mengganti Khilafah Utsmani menjadi Republik Turki pada 3 Maret 1924. 88 tahun yang lalu. [Sumber: kanggurukoe]

Inilah Wasit Muslimah Pertama dan Termuda di Italia




Chahida Chekkafi, menjadi wasit sepakbola Muslimah pertama di Italia. Gadis keturunan Maroko yang lahir dan besar di Italia ini, menjadi wasit dalam pertandingan sepakbola junior pria antara klub San Luigi dan Karimou Stradevar di wilayah Italia bagian utara.

Chekkafi yang baru berusia 16 tahun, sudah mampu memimpin pertandingan liga sepak bola yunior Italia. Kepiawaiannya mengundang decak kagum dari orang-orang yang mengenalnya. Bakatnya ini kemungkinan adalah warisan dari ibunya yang juga seorang pemain bola di Maroko.

Bahkan, surat kabar Italia Corriere Della Sera sengaja memuat artikel tentang Chahida Chekkafi pada pada halaman depan, dan mengutip dari pernyataan Presiden Komite Wasit di Milan, yang menyebut Chekkafi adalah gadis muda yang pemalu tapi berbakat dan ulet.

Fakta ini sungguh menarik, mengingat Barat kerap menyebut busana muslimah dan jilbab sebagai ‘penjara’ bagi perempuan. Chekkafi membuktikan, di balik kerudungnya dia tetap bisa melakukan aktivitas dan berprestasi.

Hagia Sophia, dari Gereja jadi Masjid




Sebelum menjadi masjid, Hagia Sofia adalah gereja umat Kristian Timur yang dibina oleh Constantius, putera Kaisar Constantine Agung. Gereja ini sering jatuh bangun dilanda gempa.

Walaupun bangunannya dibuat berbentuk kubah tahan gempa, tapi tetap runtuh. Pada tanggal 7 Mei 558 M, semasa Kaisar Justinianus, kubah sebelah timur runtuh terkena gempa.

Pada tanggal 26 Oktober 986, pada masa pemerintahan Kaisar Basil II (± 958-1025), sekali lagi masjid ini terkena gempa.

Ketika Konstantinopel jatuh ke tangan tentera Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad II bin Murad II Turki Usmani (yang terkenal dengan julukan ‘al-Fatih’ / sang penakluk) pada tanggal 27 Mei 1453.

Ketika memasuki kota itu, al-Fatih turun dari kudanya dan melakukan sujud syukur kepada Allah SWT. Lalu beliau pergi ke Gereja Hagia Sofia dan memerintahkan untuk mengubahnya menjadi Masjid yang terkenal dengan nama Masjid Aya Sofia.

Nama Konstantinopel pun beliau ganti menjadi Islam Pol (Kota Islam) yang ucapannya berubah menjadi Istanbul.

Setelah kekhilafahan Turki Usmani kalah pada Perang Dunia I, pasukan sekutu menguasai Istanbul pada tahun 1922 M. Bangunan kuno Aya Sofia yang hampir lima abad dijadikan masjid, diubah menjadi museum oleh penguasa baru Turki, Mustafa Kemal Ataturk (Bapa Republik Sekuler Turki). Dan memindahkan ibu kota Turki dari Istanbul ke Ankara.

Sejak itu, masjid Aya Sofia dijadikan salah satu tarikan pelancungan terkenal oleh pemerintah Turki di kota Istanbul. Nilai sejarahnya dilitupi oleh gaya arkitektur Byzantium yang indah mempesona.

Inilah salah satu usaha musuh-musuh Islam untuk menghilangkan jejak kejayaan Islam. Padahal, dulu Sultan Muhammad al-Fatih hanya didukung oleh 265 orang untuk menaklukan kota Byzantium / Konstantinopel / Istanbul yang menjadi pusat kerajaan Rom Timur. [tulahan]