Showing posts with label Masjid. Show all posts
Showing posts with label Masjid. Show all posts

Hagia Sophia, dari Gereja jadi Masjid




Sebelum menjadi masjid, Hagia Sofia adalah gereja umat Kristian Timur yang dibina oleh Constantius, putera Kaisar Constantine Agung. Gereja ini sering jatuh bangun dilanda gempa.

Walaupun bangunannya dibuat berbentuk kubah tahan gempa, tapi tetap runtuh. Pada tanggal 7 Mei 558 M, semasa Kaisar Justinianus, kubah sebelah timur runtuh terkena gempa.

Pada tanggal 26 Oktober 986, pada masa pemerintahan Kaisar Basil II (± 958-1025), sekali lagi masjid ini terkena gempa.

Ketika Konstantinopel jatuh ke tangan tentera Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad II bin Murad II Turki Usmani (yang terkenal dengan julukan ‘al-Fatih’ / sang penakluk) pada tanggal 27 Mei 1453.

Ketika memasuki kota itu, al-Fatih turun dari kudanya dan melakukan sujud syukur kepada Allah SWT. Lalu beliau pergi ke Gereja Hagia Sofia dan memerintahkan untuk mengubahnya menjadi Masjid yang terkenal dengan nama Masjid Aya Sofia.

Nama Konstantinopel pun beliau ganti menjadi Islam Pol (Kota Islam) yang ucapannya berubah menjadi Istanbul.

Setelah kekhilafahan Turki Usmani kalah pada Perang Dunia I, pasukan sekutu menguasai Istanbul pada tahun 1922 M. Bangunan kuno Aya Sofia yang hampir lima abad dijadikan masjid, diubah menjadi museum oleh penguasa baru Turki, Mustafa Kemal Ataturk (Bapa Republik Sekuler Turki). Dan memindahkan ibu kota Turki dari Istanbul ke Ankara.

Sejak itu, masjid Aya Sofia dijadikan salah satu tarikan pelancungan terkenal oleh pemerintah Turki di kota Istanbul. Nilai sejarahnya dilitupi oleh gaya arkitektur Byzantium yang indah mempesona.

Inilah salah satu usaha musuh-musuh Islam untuk menghilangkan jejak kejayaan Islam. Padahal, dulu Sultan Muhammad al-Fatih hanya didukung oleh 265 orang untuk menaklukan kota Byzantium / Konstantinopel / Istanbul yang menjadi pusat kerajaan Rom Timur. [tulahan]

Masjid Uqba, lambang kejayaan arsitektur Islam klasik di Tunisia




Terdapat banyak masjid bersejarah di dunia Islam. Mulai dari yang menyimpan segudang cerita evolusi Islam, masjid dengan arsitektur seni tinggi, hingga basis penyebaran Islam. Salah satunya adalah Masjid Agung Kariouan atau disebut juga Masjid Uqba.

Masjid Uqba dikenal juga dengan sebutan lain yaitu Jami Alqayrawan, Jami Alqairawan Alkabir, Jami Sidi Okba, dan masih banyak lagi. Masjid Agung ini berlokasi di kota warisan dunia, Kairouan, Tunisia.



Ketika bangsa Arab pertama kali datang ke Afrika Utara, tepatnya Tunisia di bawah kepemimpinan Uqba Ibn Nafi, Uqba mulai membangun Masjid Agung dan menjadikannya pusat dari operasi peradaban Islam di Afrika. Masjid Uqba sendiri tepatnya berlokasi di tengah kota bersejarah yaitu di antara Jalan Kasbah dan Jalan Farabi.

Kala itu, Uqba menetapkan Kairouan sebagai pusat penyebaran Islam di Afrika, Masjid Agung inilah yang memainkan peran penting sebagai kuarter pembelajaran Islam dan Alquran.

Masjid ini juga berhasil membawa banyak muslim dari berbagai belahan dunia. Masjid ini mengelola satu institusi berupa satu universitas yang mengajarkan tentang ajaran Islam dan juga sains sekuler.

Masjid Uqba memiliki luas bangunan sebesar 9.000 meter persegi dan merupakan salah satu tempat ibadah tertua di dunia Islam. Selain itu, arsitekturnya sering menjadi acuan bagi arsitektur masjid lain.

Masjid Agung ini terbagi atas tiga bagian yaitu ruang sholat, lapangan dan juga menara yang ketiganya bersatu membentuk persegi panjang.

Pembangunan masjid ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Pertama kali dibangun oleh Uqba pada tahun 670. Uqba memilih tengah kota sebagai tempat strategis pendirian Masjid, dekat dengan kantor pemerintahan.

Pada tahun 690, masjid ini dihancurkan karena adanya serangan dari kaum Barbar yang dipimpin oleh Kusaila. Pada tahun 703, di bawah kepemimpinan Jenderal Hasan Ibnu Al Nukman, masjid ini dibangun kembali.

Perluasan masjid terjadi pada tahun 724 hingga tahun 728 dipimpin oleh Gubernur Bishr Ibnu Safwan. Dialah yang memutuskan untuk membangun menara masjid saat itu, yang kini merupakan minaret tertua di dunia.

Lalu di bawah kepemimpinan Kaum Aghlabid, Kota Kairouan mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan berdampak baik bagi pembangunan Masjid. Tahun 836, Ziyadat Allah melakukan modifikasi dan rekonstruksi pada beberapa bagian masjid sekali lagi. Modifikasi masjid terakhir kali dilakukan pada 1025 hingga 1050.

Jangka waktu panjang yang memakan hingga empat abad menghasilkan satu seni tinggi Islam di Kairouan. Masjid Agung Kairouan merupakan salah satu dari monumen terbesar dan membanggakan di Afrika Utara. Tidak diragukan lagi jika masjid ini merupakan maha karya dari arsitektur dan seni Islam yang pernah ada.

Al-Mujahidin, Masjid Baru di Zona Ekonomi Bebas Korsel




Incheon Free Economic Zone (IFEZ), demikian kota kecil di sebelah barat Seoul ini dinamakan. Kota yang terdapat bandara internasional yang berkali-kali dinobatkan sebagai terbaik di dunia ini adalah salah satu kawasan industri terbesar di negeri ginseng.

Banyak perusahaan multinasional berlokasi di tempat ini, sehingga tidak heran jika ada sekitar 3.000 pekerja Indonesia berjuang menjemput rezeki Allah di kota Incheon.

Sebagai Muslim, para pekerja Indonesia di sana cukup berat menjalani keseharian. Masalah klasik di negeri non-Muslim, yaitu kurang kondusif untuk ibadah dan sulit memperoleh makanan halal.

Selain itu, sebagian besar perusahaan tidak mengizinkan shalat lima waktu, apalagi untuk shalat Jum'at. Kondisi ini cukup parah ketika fakta menunjukkan lemahnya iman membuat tidak berdaya untuk berusaha mencari solusi. Selain kesulitan berbahasa dalam komunikasi dengan pihak industri.

Alhamdulillah, rupanya Allah senantiasa menjaga hamba-hambanya yang ikhlas. Sekitar 20 orang Muslim Indonesia di kawasan ini awalnya merasa gerah dengan suasana ini. Di satu sisi mereka harus menyelesaikan kontrak kerja yang minimal tiga tahun.

Dengan seiizin dan hidayah Allah Subhanahu Wata’ala mereka berinisiatif menyewa sebuah ruangan di kompleks gedung perkantoran dan bank untuk difungsikan sebagai Masjid. Mereka namai Al-Mujahidin.

Sebuah ruangan untuk kantor yang berlokasi tepat di depan station kereta api dan area perkantoran pastinya tidaklah murah. Tapi demi keimanan dan pahala Allah, mereka berkorban.

"Alhamdulillah, sekitar empat puluhan jama'ah hadir setiap gelaran Shalat Jum'at, meski hanya berlangsung maksimal 15 menit karena begitu sempitnya waktu istirahat, “ demikian ujar Ustadz Agus Hanif, salah satu pembina masjid ini mengatakan.

Hingga saat ini, ada sekitar 26 masjid dan mushola yang didirikan dan dimakmurkan Muslim Indonesia di Korea. Masing- masing dihadiri 30 sampai 40 jama'ah di akhir pekan yang diisi dengan ibadah, ta'lim dan tarbiyah.

Tapi statistik ini tentu masih mengkhawatirkan sementara ada lebih dari 40.000 WNI di semenanjung yang diapit China dan Jepang ini.

Yang menari, kehadiran masjid tak membuat perusahaan-perusahaan yang bertetangga dengan masjid merasa risih dengan hiruk-pikuk jama'ah Al-Mujahidin pada saat jam kantor, khususnya hari Jum'at.

Semoga ada yang tersentuh hatinya oleh ibadah para jama'ah dan diberi hidayah oleh Allah.

Masjid Al-Aqsa Memasuki Tahap Kritis



Menteri Wakaf dan Urusan Agama, Dr Ismail Ridwan memperingatkan bahwa Masjid Al-Aqsa memasuki
tahap yang sangat kritis, dimana Zionis telah memperluas ruang lingkup Yahudisasi.

Ridwan menjelaskan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (11/4), bahwa Penjajah Zionis melanjutkan pekerjaan konstruksi di halaman “Buraq” di barat Masjid Al-Aqsa, setelah sebulan yang lalu Zionis membongkar bangunan kuno milik wakaf Islam. 



Ia menunjukkan bahwa penggalian bertujuan sebagai upaya implementasi dari Skema raksasa Yahudisasi, dengan serangkaian proyek yang akan mengubah secara radikal halaman “Buraq” di kawasan Al-Aqsa. 

Ridwan menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam serta Liga Arab dan OKI, dan segenap Ormas Islam untuk segera mengambil peran nyata dan ikut mengambil tanggung jawab melawan apa yang kini sedang dilakukan oleh Penjajah Zionis terhadap Kota Suci ini.

Inilah Cara Israel Rusak Masjid Al-Aqsha



Mufti Baitul Maqdis memperingatkan tentang penggalian zionis Israel di sekitar tembok Burraq dalam rangka membangun sebuah pusat keagamaan Yahudi. Alalam melaporkan, Syeikh Muhammad Husein dalam pernyataannya menilai penggalian yang sedang dilakukan zionis Israel di sekitar tembok Burraq di Masjid Al-Aqsha, sebagai langkah yang sangat berbahaya.

Inilah Cara Israel Rusak Masjid Al-Aqsha

Dalam pernyataan itu disebutkan pula bahwa tujuan zionis Israel mendirikan bangunan di sekitar Masjid Al-Aqsha adalah mempermudah akses ke terowongan bawah tanah masjid Al-Aqsha. Wilayah sekitar Burraq pada hakikatnya adalah kawasan wakaf yang dirampas oleh Zionis Israel. Koran Zionis Yediot Aharonot juga mengkonfirmasikan rencana pembangunan oleh Tel Aviv di sekitar wilayah Burraq di dekat Masjid Al-Aqsha

Zionis Israel telah selama bertahun-tahun berusaha menghancurkan tembok Burraq dan dari titik tersebut zionis Israel berusaha merusak Masjid Al-Aqsha secara perlahan dan bertahap.

Masjid-Masjid Penuh Mukjizat di Arab Saudi



Jutaan jamaah haji di Arab Saudi, akan melakukan wukuf di Padang Arafah. Selain Padang Arafah, masih banyak tempat luar biasa yang bisa didatangi jamaah di sela prosesi haji, seperti 5 masjid yang penuh mukjizat.

Bagi umat Muslim, bisa pergi ke Arab Saudi, dan salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah impian. Tapi tahukah Anda kalau Arab Saudi masih punya masjid lain yang tak kalah bersejarah dan penuh mukjizat?

Sebagai negara tempat lahirnya Rasulullah SAW, Arab Saudi memang memiliki banyak tempat bersejarah. Ada banyak lokasi yang menjadi saksi turunnya mukjizat Sang Rasul.

Untuk mengenang, kini banyak dibuat masjid tepat di lokasi munculnya mukjizat Rasul. Namanya pun diberikan sama dengan kejadian pada waktu itu. Penasaran masjid apa saja ini?

Berikut adalah 5 masjid yang menjadi saksi munculnya mukjizat Rasulullah:

1. Masjid Qiblatain, Madinah


Jangan kaget begitu lihat ada dua mimbar imam salat saat berada di Masjid Qiblatain. Anda tidak salah lihat, masjid yang berada di Jalan Khalid bin Al Walid, Madinah memang terkenal dengan dua arah kibat.

Dulu, sebelum menghadap Kabah, kiblat umat Islam menghadap Baitul Maqdis di Yerussalem. Kemudian, di masjid inilah untuk pertama kalinya arah kiblat diputar menjadi ke arah Kabah.

Saat itu diceritarakan Rasulullah SAW sedang salat berjamaah dengan para sahabat. Kemudian turunlah wahyu Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk memutar arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Kabah di Makkah. Mendengar perintah itu, Rasulullah pun langsung memutar arah kiblat.

Untuk mengenang perubahan arah kiblat, maka masjid ini pun diberi nama dengan Masjid Qiblatain. Bukan cuma itu, untuk lebih mengenang dan seolah membawa peziarah yang datang serasa berada di zaman Rasul, mimbar imam ketika salat menghadap Baitul Maqdis masih ada di sana.

Tidak percaya? Datang saja langsung dan lihat sendiri. Mimbar imam yang pertama masih berupa pasir dan tidak ada sajadahnya. Sebaliknya, mimbar yang sekarang dan menghadap Kabah telah memiliki mimbar khusus lengkap dengan sajadah.

Saat ini, Masjid Qiblatain menjadi salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan para jamaah haji atau pun umrah, terutama saat berada di Madinah. Mereka ingin melihat sendiri bagaimana bentuk saksi bisu perubahan arah kiblat.

2. Masjid Al Ijabah, Madinah



Masjid pertama yang menyimpan sejarah kehidupan Rasulullah adalah Masjid Al Ijabah. Masjid ini berada di Jalan Malik Fadh, Madinah, tepatnya sekitar 385 meter dari Pemakaman Baqi.

Jika dilihat dari luar, mungkin masjid ini tampak biasa saja, tidak ada yang spesial dari bangunannya. Tapi jika ditelusuri, ternyata keistimewaan itu muncul di balik namanya.

Ijabah berarti dikabulkan. Ya, masjid yang memiliki luas 1.000 m2 ini diberi nama Al Ijabah karena dulu Rasulullah pernah berdoa di sana dan dikabulkan oleh Allah SWT saat itu juga.

Ada tiga doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad, pertama Nabi SAW memohon agar Allah tidak membinasakan umat Muhammad dengan kekeringan dan kelaparan. Doa ini langsung dijawab dan dikabulkan oleh Allah. Kemudian, Rasul pun kembali berdoa. Di doa keduanya, Rasul memohon agar Allah tidak membinasakan umat Muhammad dengan menenggelamkan. Doa ini juga dikabulkan Allah.

Setelah doa kedua dijawab Allah, Rasul pun kembali berdoa. Di doa yang ketiga, Rasul memohon kepada Allah agar di kalangan umatnya tidak ada fitnah dan perbedaan. Sayangnya, tidak seperti doa pertama dan kedua yang langsung dikabulkan, doa ketiga ini ditunda oleh Allah SWT. Inilah sejarah di balik penamaan masjid.

3. Masjid Al Jin, Makkah


Dari Madinah, kini kita berpindah ke Makkah. Mungkin Anda sedikit bertanya-tanya, kenapa masjid ini diberi nama Al Jin? Apakah masjid ini tempat para jin salat? Ternyata bukan, masjid ini adalah saksi bisu ketika jin kafir memutuskan hijrah dan memeluk agama Islam.

Kisah di balik penamaan masjid ini pun begitu terkenal di kalangan peziarah. Jadi, ketika itu diceritakan Rasulullah sedang melafazkan Al Quran di dalam masjid.

Mendengar suara Rasul yang begitu merdu, para jin pun mendekati Rasulullah. Mereka pun menyatakan diri masuk Islam langsung di hadapan Rasulullah. Inilah asal usul mengapa diberi nama Masjid Al Jin.

Tidak seseram namanya yang mengambil kata Jin, Masjid Al Jin atau yang juga biasa disebut Masjid Bai'at justru memberikan kesejukan bagi setiap peziarah yang datang untuk salat. Warna abu-abu yang mendominasi bangunan menambah kesejukan bagi setiap peziarah.

4. Masjid Pohon, Makkah


Masjid keempat yang sayang dilewatkan saat berada di Makkah adalah Masjid Pohon atau Syajaroh. Sama dengan Masjid Al Jin, Masjid Pohon juga sangat terkenal karena sejarahnya.

Sejarah Islam mengatakan dulu Rasulullah SAW pernah berhadapan langsung dengan para jin kafir di masjid ini. Kala itu, para jin memang sengaja datang untuk bertemu Rasul, mereka mempertanyakan dan meminta bukti atas kerasulan Rasulullah SAW.

Sebagai pembuktian, Rasul pun memanggil sebuah pohon yang berada tak jauh dari masjid untuk datang menghampiri mereka. Atas izin Allah, pohon yang dipanggil Rasul pun tercabut dari tanah dan datang menghampiri Rasul.

Selesai membuktikan salah satu tanda kerasulan, Nabi SAW memerintahkan pohon kembali ke tempat asalnya. Lalu bagaimana dengan jin? Mereka mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW dan memeluk Islam.

Saat ini, Masjid Syajaroh yang berada tepat di depan Masjid Al Jin menjadi destinasi wisata religi bagi umat Islam. Selain cerita yang melatarbelakangi penamaan masjid, Masjid Pohon juga dikunjungi untuk mengagumi mukjizat Nabi Muhammad SAW.

5. Masjid Ja'ronah, Makkah


Satu lagi masjid yang menjadi saksi bisu mukjizat Rasulullah SAW, yaitu Masjid Ja'ronah. Masjid ini adalah salah satu lokasi para jamaah haji atau umrah mengambil miqat. Miqat adalah titik awal para jamaah berniat haji atau umrah.

Sebelum menjadi masjid, tempat ini hanya sebuah perkampungan yang bernama Wadi Saraf yang sepi. Tidak ada apa pun selain sebuah sumur. Tempat ini juga beberapa kali dijadikan lokasi miqat oleh Rasul. Untuk menandai, maka dibuatlah sebuah masjid.

Lagi-lagi jika dilihat dari luar, tidak ada yang istimewa dari masjid ini. Semua tampak normal dan biasa saja, tapi cobalah bertanya pada pemandu wisata umrah atau haji Anda, sebuah cerita menarik tersimpan di sana. Ternyata, di balik dinding kokoh masjid, tersembunyi kisah tentang sumur yang airnya bisa menyembuhkan penyakit.

Menengok sejarah, Ja'ronah ternyata menjadi persinggahan Rasulullah SAW dan rombongan setelah perjalanan jauh. Suatu ketika, Ja'ronah dikunjungi Rasul bersama pejuang Islam lain setelah Perang Hunain. Karena persediaan air habis dan di sana tidak terdapat sumur, Rasul memukul tongkatnya lalu keluarlah air.

Kemudian menyebarlah cerita tentang keberadaan sumur yang berasal dari ketukan tongkat Rasul. Berbekal niat jahat dan ingin membunuh Rasul, mereka pun menebar racun di dalam sumur tersebut.

Atas petunjuk Allah, Rasul pun mengetahui niat jahat kaum musyirikin itu. Kemudian, dengan mukjizat, Rasul pun meludahi sumur tersebut. Seketika air sumur yang tadinya beracun menjadi tawar. Bahkan, sumur ini bisa untuk menyembuhkan penyakit kulit.

Sayangnya, saat ini sumur bersejarah ini telah ditutup oleh Pemerintah Arab Saudi untuk mencegah syirik atau perbuatan menyekutukan Allah. Meski begitu, Anda tetap merasakan kehadiran Rasulullah ketika berada di Masjid Ja'ronah.

Masjid Muhammad Ali Pasha Mesir




PERJALANAN sejarah Mesir tak sesederhana kawasan Timur Tengah lainnya. Mesir dengan segudang kisah historisnya mampu menarik berjuta-juta wisatawan asing dengan pendapatan devisa yang melimpah. Bukan tanpa alasan Mesir dikatakan sebagai salah satu kota terunik di dunia, karena sejarah yang terukir di kota ini sangat variatif.

Walaupun kota-kota di negara ini tidak sebersih kota-kota di Eropa, tapi bangunan peninggalan ratusan tahun, bahkan ribuan tahun lalu masih sangat terawat di Negeri Paraoh ini. Masjid-masjid yang seumuran dengan zaman Majapahit di Indonesia masih kokoh berdiri dan terlihat sangat megah. Tak salah bila Kairo dijuluki sebagai kota seribu menara. Di kota ini memang bertabur menara-menara masjid indah dari berbagai era kekuasaan yang silih berganti menguasai Mesir.

Salah satu masjid peninggalan sejarah dengan pesona keindahannya yang memukau adalah Masjid Muhammad Ali Pasha. Dibangun oleh Muhammad Ali Pasha tahun 1830-1848, untuk mengenang Tusun Pasha, putra sulungnya yang meninggal tahun 1816. Masjid Muhammad Ali Pasha dinamai sesuai nama Muhammad Ali Pasha, penguasa Mesir dari Dinasti Muhammad Ali, dinasti Islam terakhir yang berkuasa di Mesir sebelum Mesir berubah menjadi republik hingga saat ini. Arsitek masjid ini bernama Yusuf Bushnak dari Istanbul, Turki.

Bagian dalam atap mesjid

Untuk membangun masjid tersebut, Muhammad Ali Pasha juga mengundang sejumlah insinyur dari Prancis dan Italia sebagai perancangnya. Di antara ide yang dikemukakan para insinyur itu adalah pemilihan lokasi yang unik, yakni di puncak Benteng Shalahuddin Al-Ayyubi yang berada di pinggiran Kota Kairo.

Masjid ini, bersama dengan benteng, adalah salah satu tujuan wisata di Kairo dan merupakan salah satu fitur pertama yang akan terlihat ketika mendekati kota dari sisi mana pun.

Masjid Muhammad Ali Pasha dibangun dengan mengadopsi gaya masjid Dinasti Usmaniyah. Masjidnya punya dua buah menara tinggi yang ramping dan runcing. Pada bagian luar, terdapat tempat berwudhuk yang letaknya tepat di tengah-tengah halaman masjid.

Di dalam masjid ini kita dapat melihat bagian langit-langit puncak kubah dihiasi ukiran geometris dengan empat pojok yang terukir kaligrafi empat nama Khulafaur Rasyidin. Dinding ruang shalat diberi celah-celah yang dihiasi dengan kaca patri berwarna-warni dan pilar-pilar pualam. Di samping itu selain cahaya alami, masjid ini juga menggunakan sistem pencahayaan lampu-lampu hias berukuran besar di bagian tengah ruang shalat. Lampu-lampu hias tersebut diperindah pula dengan lampu-lampu gantung listrik yang memiliki ukuran lebih kecil dengan bola-bola kristal menawan yang terdapat di sekelilingnya. Keberadaan ornamen dan lampu-lampu kristal memberikan keunikan tersendiri pada desain ruang shalat masjid ini.

Lampu-Lampu "melayang" di dalam Mesjid

Masjid Muhammad Ali Pasha ini memiliki banyak nama lain. Misalnya, Masjid Alabaster, karena sebagian besar masjid dilapisi dengan marmer alabaster. Kadangkala juga disebut sebagai Masjid Almarmari, merujuk kepada bahan marmer yang mendominasi bangunan masjid ini.

Di dalam Benteng Salahudin Al-Ayyubi ini, selain Masjid Muhammad Ali juga terdapat dua museum, yaitu Museum Permata (Qashrul Jawharah) yang berisi perhiasan raja-raja Mesir dan Museum Polisi (Mathaf As-Syurthah) yang memamerkan senjata-senjata yang pernah dipakai polisi Mesir sepanjang sejarahnya. Juga terdapat dokumen-dokumen penting sejak masa pemerintahan Muhammad Ali Pasha hingga kini.

Selain dapat menikmati keindahan masjid yang sarat dengan dekorasi dan ornamen, pengunjung juga dapat melihat hampir seantero Kota Kairo, berikut Sungai Nil dan Piramida di kejauhan dari halaman masjid. ini yang membuat pengunjung betah berlama-lama di lokasi ini, sambil mengabadikannya dengan berbagai macam kamera digital.

Halaman dalam Mesjid (klik untuk ukuran foto lebih besar)

Halaman dalam Mesjid (klik untuk memperbesar foto)

Saat ini Masjid Muhammad Ali tidak lagi digunakan sebagai tempat peribadatan, namun lebih semacam area wisata dan museum. Tapi jika sudah masuk waktu shalat, para pengunjung boleh shalat di masjid ini.

Untuk masuk ke dalam Benteng Salahuddin, kita harus beli tiket seharga 50 pound Mesir untuk umum dan 25 pound untuk pelajar. Benteng ini dibuka dari pukul 08.00 pagi sampai 16.30 waktu Kairo.

Saya bersyukur bisa mengunjungi masjid yang menabalkan nama Muhammad Ali Pasha, penguasa Mesir dari Dinasti Muhammad Ali.

Dia pemimpin tersohor kebanggaan rakyat Mesir, terutama dalam merevolusi negara ini menjadi negara industri dan modern.

Ada Masjid Jawa di Bangkok



Kalau traveling ke Bangkok, Thailand, jangan hanya mengunjungi kuilnya saja. Coba datang ke masjid orang Jawa untuk wisata religi yang unik. Bayangkan, jejak Islam dari Indonesia menapak sampai ke Negeri Gajah Putih.

Beberapa waktu lalu, kami mampir ke Jawa Mosque alias Masjid Jawa di kawasan Sathorn, Bangkok, Thailand. Mobil yang membawa saya dari jalan Thanon Charoen Rat, masuk ke jalan kecil Soi Charoen Rat 1 Yaek 9. Mobil berhenti tepat di bawah sebuah plang nama besar 'Jawa Mosque'.

Ada Masjid Jawa di Bangkok

Wah! Benar-benar masjid dari Jawa. Saya melihat masjid bercat hijau muda dengan atap limasan berundak 3. Serasa melihat Masjid Agung Kauman di Yogyakarta dalam ukuran lebih mini.

Ada dua bangunan utama yaitu masjid dan rumah panggung dengan aneka jejeran kursi dan meja di kolong rumah, sepertinya ini madrasah. Sementara di seberang masjid ada tempat pemakaman Islam.

Interior masjid sungguh membuat saya merasa sedang berada di sebuah masjid tua di Jawa. Ornamen tiang, langit-langit, mimbar dan teralis jendela, bergaya sangat Indonesia. Tempat wudhu pun tampak khas.

Saya menyapa seorang pria yang baru selesai salat dan saya memperkenalkan diri kalau dari Indonesia. Senyumnya menyambut ramah, Syarif namanya. Bahasa Inggrisnya kurang lancar, dan saya pun dibantu penerjemah. Pria berusia 52 tahun ini membawa saya ke samping kiri masjid dan memperlihatkan prasasti peresmian masjid berbahasa Thailand.

Menurut Syarif, masjid ini didirikan di atas tanah wakaf milik Haji Muhammad Saleh, perantauan Jawa pada tahun 2448 dalam tahun Thailand, 107 tahun silam alias sekitar tahun 1906. Soi Charoen Rat, kawasan di sekitar masjid memang kawasan Melayu, banyak keturunan dari perantauan orang Jawa. Namun mereka tidak berbahasa Indonesia dan sedikit berbahasa Jawa.

"Kalau Jumatan ramai, bisa 200 orang yang datang," kata Syarif.

Syarif mengatakan Jawa Mosque punya madrasah dengan 100-an siswa. Mereka menggelar pengajian Al Quran pada hari Minggu untuk dewasa dan anak-anak pada Senin-Jumat. Idul Fitri dan Idul Adha adalah momen yang paling ramai. Mereka membawa kenangan liburan dari Jawa ke Bangkok, Thailand.

"Kita salat, makan, semua dilakukan beramai-ramai," imbuh Syarif.

Yang membuat Jawa Mosque ini lebih Jawa lagi adalah akar historis Muhammadiyah. Di kampung Jawa ini, tinggal juga cucu perempuan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah sekaligus tokoh Islam Indonesia. Nama sang cucu adalah Walidah Dahlan. Namun sayang saya tidak bisa bertemu karena harus mengejar pesawat ke Bandara Suvarnabhumi, Bangkok.

Tidak apa-apa, toh kunjungan ke Jawa Mosque merupakan pengalaman wisata religi yang mengasyikan. Jika lain kali traveler tertarik datang ke sini, Jawa Mosque mudah dicapai. Turun saja di Stasiun BTS Surasak. Kemudian, cari gang di samping St Louis Hospital dan tanya Surao Jawa atau Jawa Mosque, warga setempat pasti mengantar Anda ke tempat ini.

Masjid Agung Singkawang Dilengkapi 16 Toilet



Walikota Singkawang Awang Ishak

Tidak hanya meresmikan pembangunan menara ketiga Masjid Raya Singkawang, Walikota Drs H Awang Ishak MSi juga meresmikan pembangunan tempat wudu dan toilet Masjid Agung Nurul Islam Singkawang.

Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama itu dilakukan Awang Ishak usai pembacaan doa yang dipimpin Ketua Yayasan Masjid Agus Damsir, didampingi Ketua Panitia Sukarmi dan jemaah masjid, usai Salat Jumat (18/1). “Pembangunan sudah dimulai 16 Januari lalu, tetapi hari ini (kemarin, red) diresmikan. Mudah-mudahan cepat selesai, kita juga mengharapkan partisipasi dari pemerintah, jemaah, dan semua pihak,” kata Sukarmi, Ketua Panitia Pembangunan Sarana dan Prasarana Masjid Agung Nurul Islam Singkawang ditemui usai peresmian.

Dia mengungkapkan, toilet yang sekarang hanya dua unit dan kondisinya sudah tidak memadai, makanya dibangun kembali agar representatif. Bersamanya juga dibangun tempat wudu.

Sukarmi menambahkan, toilet dan tempat wudu itu dibangun di atas areal 20 meter x 25 meter di kompleks Masjid Agung. “10 untuk toilet laki-laki dan enam untuk toilet perempuan. Sedangkan tempat wudunya terdiri atas 33 keran air untuk laki-laki dan 20 keran air untuk perempuan,” ungkapnya.

Dia mengatakan dana awal untuk pembangunan toilet dan tempat wudu itu Rp 20 juta diperoleh dari sumbangan atau infak para jemaah Masjid Agung Nurul Islam Singkawang. “Kita mengharapkan partisipasi masyarakat agar pembangunan ini cepat selesai,” pungkas Sukarmi.

JK Resmikan Masjid Terapung Makassar



Masjid Terapung Makassar Amirul Mukminin

Wakil Presiden RI perode 2004-2009 Jusuf Kalla melakukan soft launching Masjid Amirul Mukminin atau masjid terapung, yang berada di Pantai Losari, Makassar, Jumat (21/12/2012).

Ketua Dewan Masjid Indonesia itu juga dijadwalkan meresmikan anjungan Bugis-Makassar Pantai Losari.Soft launching ini menandai dimulainya penggunaan public space dan rumah ibadah untuk publik.

Usai peresmian, JK akan melakukan salat Jumayt di masjid tersebut.

Masjid Terapung di Sulteng



Dua anak bermain di atas jembatan menuju Masjid terapung Arkam Babu Rahman di Kawasan Teluk Palu, Kampung Lere, Palu Barat, Sulawesi Tengah. Masjid yang berdiri sekitar 30 meter dari bibir Pantai Teluk Palu itu mampu menampung sekitar 150 orang dan dibangun untuk mengenang Dato Karama, salah satu penyebar agama Islam di Kota Palu pada abad ke-17.

Masjid Terapung di Sulteng

Simbol Islam di Vietnam, Masjid Hanoi



masjid al noor hanoi
Masjid Al Noor

MASJID Al Noor adalah satu-satunya tempat ibadah umat Islam di Hanoi, utara Vietnam. Sedangkan Doan Hong Cuong mewakili simbol keberadaan orang muslim di negara penganut ateis ini. Lahir di Hanoi, Cuong adalah putra seorang ayah dari Pakistan yang menikahi wanita Vietnam dan menetap di kota ini sejak tahun 1940. Ia pun membentuk komunitas muslim kecil di Hanoi, dan kemudian menjadi pengurus masjid.

Ketika sebagian besar orang muslim memilih untuk hijrah ke selatan pada 1954, ayah Cuong memutuskan untuk tetap di Hanoi dan merawat masjid. Ketika ayah mereka wafat pada 1963, Cuong dan kakak laki-lakinya giliran merawat masjid. Masjid Al Noor adalah satu-satunya masjid di utara Vietnam dan dibangun pada 1890 oleh seorang muslim India yang pergi ke Vietnam untuk berbisnis.

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia



1. Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei 

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia

Masjid yang merupakan bagian dari kompleks Istana Bolkiah didirikan pada pertengahan tahun 1980-an untuk memperingati 25 tahun Sultan Hassanal Bolkiah berkuasa.

Masjid ini memiliki 29 kubah yang terbuat dari emas murni 24 karat. Bangunan yang terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih. Keseluruhan kawasan masjid ini dipagari dengan kisi-kisi besi dengan panjang kira-kira 1.082 km. Terdapat lima pintu masuk ke lokasi ini, disamping dua pintu khusus untuk keluarga kerajaan dan tamu negara.

Masjid ini memiliki 4 menara yang masing-masing tingginya 189 kaki, dimana ada sekitar 297 anak tangga pada setiap menara tersebut. Melalui menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dan juga pemandangan Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer.


2. Masjid Al-Askari di Samarra, Irak

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia

Masjid Al-Askari merupakan masjid syiah yang di bangun pada tahun 944 M. Masjid ini terletak di kota Samarra, Irak. Namun sayangnya masjid ini hancur pada bulan Februari 2006 akibat tidak langung dari invasi Amerika Serikat ke Irak.


3. Masjid Qubbah As Sakhrah/Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia

Masjid Qubbah As Sakhrah atau di kenal dengan Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh Abdul Malik bin Marwan yang merupakan salah satu raja dalam bani Umayah dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M.

Masjid ini dahulu-mungkin juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu besar.


4. Masjid Suneri, Lahore, Pakistan

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia

Masjid Suneri memiliki 3 kubah emas. Satu kubah utama, 2 lainnya di sisi kanan dan kiri. Masjid ini didirikan oleh Nawab Syed Bhikari Khan, anak Wakil Gubernur Lahore pada tahun 1753 M.


5. Masjid Sultan Singapura

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia

Tahun 1928, begitu mendapat uang dari Kongsi Dagang Inggris sebanyak SGD 3000, Sultan Singapura langsung merenovasi sebuah masjid yang ada di kawasan Little India. Perubahan antara lain juga dengan mengganti kubah lama dengan kubah emas. Masjid ini segera menjadi masjid terbesar di Singapura, dari sekitar 80-an masjid yang ada.

Lain halnya di Singapura. Seberapapun besar masjid dibangun di sini, tak 1 dB-pun bunyi adzan boleh dilantunkan. “Menganggu ketenangan,” kata seseorang. Meski muslim perlu pengingat sholat yang unik seperti adzan, tapi karena pemerintah tidak memahami esensi “adzan” maka adzan dilarang bunyi. Karena minoritas maka muslim di Singapura diam saja. Bergeming. Diam juga pilihan dan mereka membunyikan adzan lewat speaker dalam ruangan masjid saja: tak sampai keluar.

Satu-satunya (mungkin) masjid yang boleh membunyikan adzan adalah masjid Sultan di sekitar Arab Street. Masjid Sultan adalah masjid tertua kedua di Singapura dan dikategorikan national heritage. Oleh sebab itu, ia mendapat perkecualian.


6. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia

Brunei memiliki 2 masjid yang berkubah emas. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah yang didirikan pertama kali. Mulai digunakan tahun 1958, masjid ini terletak di tengah danau buatan yang bersih. Kubahnya terbuat dari emas 24 karat. Biaya pembangunannya menghabiskan USD 5 juta. Pada zamannya, Masjid Sultan Omar Ali diperhitungkan sebagai salah satu bangunan terindah di dunia.


7. Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia

Uniknya Masjid Berkubah Emas di Dunia

Masjid dengan kubah emas yang terbaru adalah Masjid Dian Al Mahri yang letaknya di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi dari Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri.

Masjid ini luas bangunannya mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare. Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.

Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Pada bagian interiornya, ada pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.

Di sekitar masjid dibuat taman dengan penataan yang apik dan detail. Selain taman, juga dibangun rumah tinggal sang pendiri masjid dan gedung serbaguna yang menjadi tempat istirahat para pengunjung .Sedangkan untuk parkir, disiapkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil.

Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dapat digunakan angkutan umum dari terminal depok ( nomor 03) yang menuju parung bingung. Dari sini bisa menggunakan ojek menuju jalan Meruyung.